Pada Senin pukul 10.30 waktu Washington DC, Presiden Jokowi menelepon Menko Polhukam Luhut Pandjaitan. Presiden Jokowi meminta laporan terkait penanganan kabut asap di Indonesia.
"Saya akan batalkan perjalanan saya ke West Coast, lalu akan kembali ke Indonesia untuk memantau asap," ujar Jokowi menutup sambungan telepon setelah mendapatkan laporan langsung dari Luhut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya telepon Menko Polhukam tanya titik api. Paling banyak di Sumsel dan Kalteng. Kalteng 366, Sumsel 146 dan tempat-tempat lain. Oleh sebab itu karena banyaknya keluhan dari masyarakat yang berkaitan dengan dampak kesehatan karena dampak sosial, saya memutuskan membatalkan ke West Coast dan kembali ke Indonesia," kata Jokowi kepada wartawan di tempatnya menginap di Blair House, Washington DC. Jokowi mengatakan sepulangnya ke tanah air, dia segera meluncur ke Sumsel atau Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Banyak pihak mengapresiasi langkah Jokowi pulang lebih cepat ke Tanah Air untuk mengatasi bencana kabut asap yang parah. Namun demikian tak sedikit yang bertanya-tanya apakah ada alasan lain Presiden Jokowi pulang lebih cepat dari Amerika Serikat? Wajar saja pertanyaan ini muncul mengingat Jokowi awalnya mempercayakan penanganan kebakaran hutan kepada Wapres Jusuf Kalla, Menko Polhukam, dan menteri terkait.
Akhir bulan Oktober sebenarnya cukup krusial bagi Jokowi mengingat bakal ada rapat paripurna DPR dengan agenda pengesahan RAPBN 2016. Yang membuat semakin krusial adalah masih adanya pertentangan antara KMP dan KIH terkait anggaran belanja negara tahun depan.
Presiden Jokowi juga mengagendakan pertemuan dengan semua pimpinan parpol sepulang dari Amerika Serikat. Selain membahas soal persiapan pilkada, bukan tak mungkin bahasan soal RAPBN 2016 juga bakal jadi hal menarik.
Untuk menghadapi rapat paripurna itu bahkan Ketum Megawati Soekarnoputri mengeluarkan surat edaran mewajibkan seluruh anggota FPDIP DPR standby di Jakarta.Β Ditemui usai menerima gelar kehormatan doctor honoris causa dari Korea Maritime and Ocean University, Ketum PDIP Megawati menegaskan perintah itu tidak bisa ditawar.
"Itu perintah fraksi saja, tidak ada hal khusus, supaya fokus kerja," kata Mega di Busan, Korea Selatan, Senin (19/10/2015).
Baca juga infografis: Indonesia Hilang Ditelan Asap
Arahan itu dikeluarkan lewat surat F-PDIP bernomor 179/F-PDIP/DPR-RI/X/2015 yang terbit tanggal 9 Oktober 2015. Surat itu menginstruksikan seluruh anggota F-PDIP untuk standby di Jakarta pada 19-30 Oktober 2015.
Lalu apakah Jokowi yang juga Presiden RI dan tentu saja sangat berkepentingan dengan RAPBN 2016 juga termasuk yang harus standby di Jakarta sesuai perintah Mega, atau kesadaran Jokowi untuk berjuang bersama-sama PDIP dan KIH meloloskan RAPBN 2016 yang membuat Jokowi lekas pulang dari Amerika?
Tentu hal itu hanya Jokowi yang bisa menjawab. Namun tak hanya itu saja isu politik yang sedang hangat saat ini. Sebelum Jokowi berangkat ke AS memang Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri lebih dulu bertandang ke Istana Merdeka. Isu santer Mega menitipkan pesan penting kepada Presiden Jokowi di tengah isu santer bakal dilakukan reshuffle kabinet jilid dua. Keduanya bertemua selama hampir dua jam. Keduanya membahas masalah ekonomi, politik luar negeri, sampai asap kebakaran hutan yang meresahkan masyarakat.
Selain itu keduanya juga membahas presiapan pilkada serentak. Namun demikian Mega sedikit keceplosan, ternyata ada juga pembahasan masalah internal partai, termasuk dinamika politik di Koalisi Indonesia Hebat (KIH).
"Kemudian masalah internal partai dan termasuk juga KIH," kata Megawati dalam jumpa pers di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Sabtu (24/10). Dalam jumpa pers itu Mega didampingi Jokowi, Seskab Pramono Anung, dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
Lalu apakah kepulangan Jokowi juga terkait rencana reshuffle kabinet? Yang jelas semakin ditelaah semakin panjang pula dinamika politik di Tanah Air yang mungkin saja menjadi salah satu alasan tambahan yang membuat Presiden Jokowi lekas pulang ke Indonesia.
(van/nrl)











































