Di Acara Bedah Buku, Megawati Bicara Sumpah Pemuda Hingga Beda DPR dan MPR

Di Acara Bedah Buku, Megawati Bicara Sumpah Pemuda Hingga Beda DPR dan MPR

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Selasa, 27 Okt 2015 12:43 WIB
Di Acara Bedah Buku, Megawati Bicara Sumpah Pemuda Hingga Beda DPR dan MPR
Foto: Yudhistira Amran Saleh
Jakarta - Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri mengatakan antara Pancasila dan Sumpah Pemuda memiliki tautan historis. Sumpah Pemuda adalah pondasi terpenting dalam kemerdekaan Indonesia.

"Bagi saya jiwa Sumpah Pemuda dan Pancasila memiliki tautan historis. Sumpah Pemuda adalah fondasi terpenting seluruhnya gagasan Indonesia merdeka," ujar Mega di acara peluncuran dan beda buku Revolusi Pancasila Yudi Latif di JCC, Selasa (27/10/2015).
Megawati berfoto bersama di acara bedah buku (Yudhistira/detikcom)

Mega juga menambahkan, masyarakat Indonesia harus memiliki komitmen terhadap isi dari Pancasila. Komitmen tersebut, lanjut Mega sama halnya dengan komitmen umat manusia terhadap Tuhan.

"Kalau bicara komitmen itu sebenarnya hanya tidak saja ada Al-Qur'an di kepala kita. Sama wujudnya, itu sebenarnya komitmen kita kepada yang di atas. Perwujudan jiwa Sumpah Pemuda ini nampak sekali pada persiapan BPUPKI. Pancasila diterima secara aklamasi oleh semua," lanjutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pidato, Mega juga menyinggung soal dirinya yang mendapat Doktor Honoris Causa dari beberapa universitas di luar negeri salah satunya Korea. Sewaktu Mega melakukan reuni dengan alumni Universitas Padjajaran, ia sempat menyinggung soal dirinya yang di-drop out.

"Waktu saya reuni dengan teman-teman alumni Unpad, saya bilang gini, terima kasih loh saya dikeluarin. Kalau enggak dikeluarin saya mungkin enggak bisa dapat Doktor Honoris Causa dari macam-macam, tak jadi Presiden. Paling mentok jadi profesor. Ha ha ha," kata Mega disambut tawa hadirin.

Mega juga menjelaskan bahwa ada perbedaan antara DPR dan MPR. "Apa bedanya Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat? Majelis itukan harusnya lebih, lebih kuat apa ya. Tapi kita tuh malas melihat esensinya," tuturnya.

(yds/bag)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini