"Bagi saya jiwa Sumpah Pemuda dan Pancasila memiliki tautan historis. Sumpah Pemuda adalah fondasi terpenting seluruhnya gagasan Indonesia merdeka," ujar Mega di acara peluncuran dan beda buku Revolusi Pancasila Yudi Latif di JCC, Selasa (27/10/2015).
Megawati berfoto bersama di acara bedah buku (Yudhistira/detikcom) |
Mega juga menambahkan, masyarakat Indonesia harus memiliki komitmen terhadap isi dari Pancasila. Komitmen tersebut, lanjut Mega sama halnya dengan komitmen umat manusia terhadap Tuhan.
"Kalau bicara komitmen itu sebenarnya hanya tidak saja ada Al-Qur'an di kepala kita. Sama wujudnya, itu sebenarnya komitmen kita kepada yang di atas. Perwujudan jiwa Sumpah Pemuda ini nampak sekali pada persiapan BPUPKI. Pancasila diterima secara aklamasi oleh semua," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
"Waktu saya reuni dengan teman-teman alumni Unpad, saya bilang gini, terima kasih loh saya dikeluarin. Kalau enggak dikeluarin saya mungkin enggak bisa dapat Doktor Honoris Causa dari macam-macam, tak jadi Presiden. Paling mentok jadi profesor. Ha ha ha," kata Mega disambut tawa hadirin.
Mega juga menjelaskan bahwa ada perbedaan antara DPR dan MPR. "Apa bedanya Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat? Majelis itukan harusnya lebih, lebih kuat apa ya. Tapi kita tuh malas melihat esensinya," tuturnya.
(yds/bag)











































Megawati berfoto bersama di acara bedah buku (Yudhistira/detikcom)