"Aku kasihan dengan pihak Dandimnya juga...maksudnya baik tapi malah dianya yang kena...kan kasihan," kata Arzetti dalam pesan singkat kepada detikcom, Selasa (27/10/2015).
Kadispen TNI AD Brigjen Sabrar Fadhilah mengungkap keduanya tepergok bertemu Minggu 25 Oktober pukul 14.30 WIB di kamar Hotel Arjuna di Malang. Beberapa anggota TNI masuk ke dalam kamar nomor 18 dan di dalam kamar ada Arzetti dan Dandim yang mengenakan baju dinas sedang berduaan. Kemudian mereka diamankan. Lalu tak lama kemudian, suami Arzetti yang akrab disapa Didiet datang, lalu mereka bertiga dibawa ke markas Denpom V/3 Malang.
Namun Arzetti membantah dirinya di kamar hanya berduaan. "Nggak kok Mas, ada Mas Didiet juga," katanya kepada wartawan.
Arzetti pun telah menampik isu miring soal pertemuan di kamar tersebut. "Nggak ada perselingkuhan sama sekali. Kalau selingkuh jangan ada suamiku dong," katanya.
Sama dengan Arzetti, Dandim Sidoarjo juga menampik keduanya punya hubungan spesial.Β "Tidak ada hubungan apa-apa, saya dan Mbak Arzetti itu hanya teman biasa," aku Rizeki di Makodim 0816 Sidoarjo, Jl Lingkar Timur Sidoarjo, Senin (26/10/2015).
Rizeki tak menjelaskan sejak kapan dirinya mengenal Arzetti. Dia cuma mengaku memiliki 1 pondok pesantren di Desa Klompok, Kecamatan Singosari, Malang, dan 3 panti asuhan di Malang. Arzetti diharapkan ikut membantu pondoknya itu.
"Pada intinya saya bertemu dengan Mbak Arzetti itu membahas CSR (Corporate Social Responsibility). Mbak Arzetti juga tertarik akan membantu (pendirian masjid dan pendanaan ponpes)," jelas Rizeki.
Namun ada pengakuan berbeda antara Dandim Sidoarjo dan Arzetti. Jika Arzetti menyebut dalam pertemuan itu ada sang suami (Didiet), Dandim menyebut Didiet baru datang bersama Denpom yang datang beramai-ramai.
"Anggota Denpom datang menanyakan ada apa ini, saya jawab nggak ada apa-apa, hanya ngobrol aja. Kemudian muncul suami Mbak Arzetti (Didiet)," ungkap Rizeki.
(van/nrl)











































