Orangtua Engeline: Kami Janji Kendalikan Emosi dan Ingin Keadilan

Sidang Kasus Engeline

Orangtua Engeline: Kami Janji Kendalikan Emosi dan Ingin Keadilan

Putri Akmal - detikNews
Selasa, 27 Okt 2015 09:43 WIB
Orangtua Engeline: Kami Janji Kendalikan Emosi dan Ingin Keadilan
Foto: Putri Akmal
Denpasar - Berbeda dengan sidang perdana yang penuh emosi dan air mata, orangtua kandung Engeline yang bernama Hamidah dan Rosidik kali ini berjanji akan mengendalikan emosi saat mengikuti proses persidangan. Mereka hanya ingin keadilan atas kematian Engeline.

Orangtua Engeline menghadiri sidang didampingi Siti Sapurah, juru bicara pengacara Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Denpasar, Bali. Hamidah yang terbalut kemeja warna coklat dan celana panjang ungu itu terlihat lebih tenang.

"Saya janji, semoga saya bisa kendalikan emosi, nahan diri supaya nanti bisa ikuti sidang sampai selesai," kata Hamidah saat ditemui detikcom di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (27/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika ditanya tentang eksepsi atau pembelaan tim kuasa hukum  Margriet Christine Megawe, Rosidik mengatakan hal itu merupakan hak bagi terdakwa.

Namun, mereka meminta agar penegak hukum memberikan keadilan bagi Engeline. "Saya ingin Pak Hakim, Pak Jaksa, saya mohon keadilan saja nggak lebih, bisa adil supaya dapat keadilan sepenuhnya buat anak saya, mereka dihukum seberatnya," kata Hamidah.

"Untuk masalah keberatan kami, bergantung pada keadilan dari Pak Hakim. Kami ingin keadilan," imbuh Rosidik.

Pada persidangan perdana, ibunda Engeline histeris dan tidak kuasa menahan emosi saat mendengarkan eksepsi tim kuasa hukum Margriet yang berjudul "Tuhan Pasti Akan Turun Tangan". Hamidah berteriak dan bahkan melempar tisu ke arah Hotma. Ia jengkel karena tim pembela Margriet dinilainya terlalu mengada ada dalam pembelaannya. (aan/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini