Sebelum diberangkatkan, pasukan menggelar apel di Taxy Way Lanud Halim Perdana Kusuma, Jaktim, Selasa (27/10/2015) pagi. Apel dipimpin oleh Asops Panglima TNI Mayjen TNI Fransen G Siahaan.
"Kepada setiap satgas diupayakan untuk dapat menyisir setiap sudut-sudut hutan, yang berpotensi timbulnya titik-titik kebakaran baru dengan mengefektifkan alat pemadaman yang dibawa," ujar Fransen kepada pasukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satgas yang diberangkatkan kali ini dipimpin oleh Kolonel Inf Deddy Sumiadi dengan total 1.059 personel. Terdiri dari 2 SSY (Satuan Setingkat Batalyon) Kostrad berjumlah 690 personel dan 10 orang prajurit kelompok Komando. Kemudian 1 SSY Marinir berjumlah 330 personel. Mereka akan bertugas selama 1,5 sampai 2 bulan ke depan atau disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan.
"Kepada unsur Polisi militer yang ada dalam susunan satgas, saya perintahkan untuk melakukan tindakan polisionil bila ditemukan oknum-oknum pelaku pembakaran hutan sekaligus menjaga ketertiban masyarakat yang tidak terlibat dalam pemadaman," kata Fransen.
"Laksanakan koordinasi dan bangun sinergitas dengan lembaga-lembaga terkait di wilayah," sambungnya.
Fransen juga berpesan agar para prajurit menjaga kesehatan dan terus waspada. Pasalnya, dikatakan Fransen, sudah banyak prajurit yang terkena ISPA selama bertugas untuk memadamkan api.
"Banyak prajurit dalam satgas sebelumnya yang terindikasi ISPA akibat kelalaian dalam penggunakan masker udara selama pelaksanaan tugas. Kepada unsur kesehatan agar melaksanakan observasi terhadap anggota yang terindikasi ISPA selama bertugas," tutur Fransen.
Satgas kali ini akan menggantikan satgas yang rencananya kembali pada 28 Oktober mendatang. Usai apel dilakukan, pasukan langsung diberangkatkan dengan 3 pesawat Hercules.
(elz/jor)











































