Taksi Express Yakin Armadanya Ditembak Pakai Senjata Api

Taksi Express Yakin Armadanya Ditembak Pakai Senjata Api

Rini Friastuti - detikNews
Selasa, 27 Okt 2015 07:09 WIB
Taksi Express Yakin Armadanya Ditembak Pakai Senjata Api
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Seorang pengemudi taksi Express menjadi korban penodongan oleh seorang pengendara Land Cruiser ketika melintas di kawasan Mampang Prapatan, Senin (26/10) pagi. Pihak taksi Express juga meyakini kendaraan yang dikemudikan karyawannya ditembak menggunakan senjata api.

Menurut Andi Hermawan, Head of Customer Service and Communication Express Group dalam keterangan persnya kepada detikcom, Selasa (27/10/2015), saat kejadian mobil yang dikendarai Rahmat tersebut sedang melintas di lampu merah Jl Mampang Prapatan menuju kawasan Kemang. Menurut Andi saat itu Rahmat telah mengemudi di jalur yang benar.

"Tiba-tiba unit taksi reguler Express ditembak menggunakan senjata api dari belakang dan mengenai bagian bemper belakang hingga tembus ke ban belakang sehingga ban tersebut kempres," jelas Andi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Walau kaget dengan kejadian tersebut, Rahmat masih memutuskan untuk mengemudi. Namun ketika sampai di depan Hotel Maharaja, tiba-tiba Rahmat dikagetkan dengan aksi pelaku yang turun dari mobil dan menghampirinya.

"Pelaku yang mengaku aparat ini kemudian menodongkan senjata api ke kening mitra pengemudi taksi Express. Rahmat yang tak mengetahui kesalahannya kemudian memohon maaf pada pelaku apabila dianggap melakukan kesalahan," kata Andi.

Direktur Operasional Express Group Herwan Gozal mengatakan, setelah bagian bemper taksi ditembak pengendara Land Cruiser B 1 WTO, Rahmat kaget dan turun dari mobilnya. Lantas dia bertanya pada pengemudi yang menembak mobilnya.

"Salah saya apa, Pak?" tanya Rahmat seperti ditirukan Herwan, kepada detikcom, Senin (26/10).

Menurut Herwan, Rahmat lalu ditodong kepalanya dengan pistol. Pengemudi Land Cruiser mengeluarkan pernyataan pada Rahmat.

"Kamu sopir saja belagu!" ucap pengemudi Land Cruiser itu. Pengemudi itu lalu berlalu.


(rni/rjo)


Berita Terkait