Protes Kenaikan BBM, 70-an Sopir Angkot di Ambon Mogok
Rabu, 02 Mar 2005 09:56 WIB
Ambon - Penolakan terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terus berlangsung. Sekitar 70 sopir angkotan kota jurusan Kudamati, Ambon, mogok beroperasi sebagai bentuk protes atas kenaikan BBM dan meminta agar tarif dinaikkan.Para sopir memarkirkan kendaraannya di halaman DPRD Kota Ambon, Jl. Rijali, Ambon, Rabu (2/3/2005) sekitar pukul 11.00 WIT. Kemudian mereka, diikuti puluhan warga setempat, menggelar aksi di depan DPRD.Para sopir mengeluh kenaikan harga BBM jenis bensin premium yang mencapai Rp 2.600 per liter. "Harga bensin di pasaran sangat mahal. Kami hari ini tidak akan trayek dan akan melakukan aksi mogok sampai harga premium diterbitkan," kata Anggi Supusepa, seorang sopir angkot Kudamati.Massa diterima Ketua DPRD Kota Ambon Lucky Wattimuri dan beberapa anggota DPRD lainnya di ruang sidang DPRD.Dalam tanya jawab yang berlangsung sekitar 45 menit para sopir mempertanyakan ongkos pelajar dan mahasiswa. Mereka menginginkan ongkos mahasiswa dinaikkan dari Rp 500 menjadi Rp 1.000, sedang ongkos pelajar tetap Rp 500.Mereka juga meminta Dinas Perhubungan dan Pemerintah Kota Ambon untuk menertibkan terminal kota yang hingga kini belum ditempati oleh angkot-angkota tertentu. Juga meminta trayek angkot yang selama empat tahun terakhir tidak tertib agar ditertibkan.Menanggapi permintaan para sopir Ketua DPRD Kota Ambon berjanji akan memanggil Dishub dan Pemkot Ambon sekaligus dengan para agen BBM untuk melakukan pertemuan dalam waktu dekat. Dan para sopir diminta hadir dalam pertemuan.Menurut pantauan detikcom, akibat mogoknya seluruh angkot jurusan Kudamati --daerah yang dikenal sebagai markasnya gerakan Republik Maluku Selatan (RMS)-- banyak penumpang terlantar. Di Jalan Pattimura, misalnya, terlihat puluhan penumpang yang tak terangkut.
(gtp/)











































