"Kata dokter jantungnya berhenti berdetak," kata Ruri, istri Eko, kepada wartawan, Senin (26/10/2015).
Ruri mengatakan, suaminya masuk ke RSU Dr Soetomo sejak 19 Oktober 2015 lalu dengan luka bakar mencapai 48 %. Eko sudah menjalani dua operasi. Tetapi infeksi akibat luka bakar terus merambat hingga pada Jumat (23/10) kemarin Eko menjalani operasi pemotongan jari yang mengalami infeksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perawat sudah memompa jantungnya tapi tetap tak begerak," lanjut Ruri.
Eko dinyatakan meninggal pukul 16.15 WIB. Selanjutnya jenazah pria asal Ngawi tersebut dibawa oleh keluarganya untuk dimakamkan di pemakaman umum Desa Karangjati, Ngawi. Di pemakaman itu juga turut bersemayam keluarga Eko yang lain yang juga menjadi korban kebakaran Gunung Lawu.
Eko menjadi korban kebakaran bersama kerabatnya yang saat itu bersama-sama mendaki Gunung Lawu. Kerabat Eko yang juga tewas dalam peristiwa itu adalah Sumarwan (45), Nanang Setia Utama (15), Rita Septi (21), dan Awang Feri Pradika (42). Mereka tewas di lokasi.
Hanya Eko dan Novi yang selamat dan dirawat di rumah sakit. Namun Eko akhirnya menyusul saudaranya. Sementara Novi masih dirawat di rumah sakit di Solo. (iwd/rii)











































