Pemandangan gumpalan awal putih yang cantik kini tidak lagi terlihat. Langit biru di atas horizon pun sama sekali hilang. Yang tersisa hanyalah whiteout atau visual serba putih menjenuhkan dari ketinggian 33.000Β langit Sumatera ini.
Langit Sumatera dipenuhi asap (Foto: Isfari/detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia sempat berpikir bagaimana pilot mengetahu landasan apabila terus seperti ini. Hingga pukul 16.30 wib pesawat GA110 mulai menurunkan ketinggian perlahan tanda-tanda landasan mulai terlihat. Diperkirakan jarak pandang masih di bawah 1.000 meter sore itu.
Bau asap pun mulai tercium dari kabin pesawat, terdengar suara batuk satu dua penumpang. Syukur pesawat mendarat mulus, namun suasana masih terasa hening. Begitu mulai melangkah ke luar bandara, tercium bau menyengat asap.
Hiruk pikuk bandara mulai berdenyut. Tawaran tumpangan taksi dijajakan kepada mereka yang melangkah ke luar bandara. Seperti mereka mengabaikan asap demi mencari nafkah. "Situasi ini sudah 4 bulan," ujar Marsudi, pria berusia 40-an ditemui di bandara. Dia pun tidak mengetahui entah sampai kapan situasi akan membaik.
Bandara Sutan Mahmud Badaruddin, Palembang dikepung asap (Foto: Isfari Hikmat/detikcom) |












































Langit Sumatera dipenuhi asap (Foto: Isfari/detikcom)
Bandara Sutan Mahmud Badaruddin, Palembang dikepung asap (Foto: Isfari Hikmat/detikcom)