"Pak Ahok saya minta ada pemeriksaan dimulai dari audit BPK. Saya minta tentang kemungkinan adanya penyimpangan penyalahgunaan anggaran kalau tidak salah itu Rp 400 miliar," ujar Kapolda.
Kapolda mengatakan itu menjawab pertanyaan wartawan, setelah mendapat kejutan di hari ulang tahunnya ke-51 di Polda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Senin (26/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau nanti ada hasil kita akan start dari (audit) itu. Di mana letak penyimpangan itu. Belum lagi kita selidiki dugaan pidana korupsi (jika ada)," tuturnya. Β
Kapolda akan membuat tim penyidik dari Ditreskrimsus Polda Metro Jaya jika ditemukan adanya penyelewengan dana. Namun sebelum audit BPK dilakukan, maka pihaknya tidak bisa bertindak.
"Saya akan bentuk tim dari Polda yakni Ditreskrimsus," ucap Kapolda.
Sebelumnya, Ahok meminta Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian dan PPATK menyelidiki dugaan kongkalikong anggota Dewan dengan PT Godang Tua Jaya (GTJ).
"(Kalau ke Pemkot) Langsung masuk ke APBD, bukan ke kelompok-kelompok tertentu. Coba saja kalau punya waktu, wartawan selidiki DPRD Bekasi yang teriak-teriak itu siapa? Dulunya pernah enggak terlibat di Bantargebang?" kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang merupakan aset milik Jakarta yang bertempat di Bekasi. Sedang PT GTJ adalah swasta yang diberi wewenang Pemprov Jakarta untuk mengelola sampah di Bantargebang.
(nwy/nrl)











































