Jelang Deadline, Fadli Zon Sebut Pengesahan RAPBN 2016 Bisa Tertunda

Jelang Deadline, Fadli Zon Sebut Pengesahan RAPBN 2016 Bisa Tertunda

Indah Mutiara Kami - detikNews
Senin, 26 Okt 2015 17:33 WIB
Jelang Deadline, Fadli Zon Sebut Pengesahan RAPBN 2016 Bisa Tertunda
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Pengesahan RAPBN 2016 sudah tertunda dari 22 Oktober ke 30 Oktober, dan kini terancam gagal. Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyebut masih banyak hal yang belum clear.

"Bisa saja APBN ini tertunda karena banyak hal-hal yang perlu dijelaskan. Misalnya dana PMN (penyertaan modal negara), kenapa besar? Ini masalah serius termasuk di APBN kita," kata Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (26/10/2015).

Tanggal 30 Oktober 2015 merupakan hari terakhir masa sidang DPR sebelum kemudian reses selama 3 minggu. Bila RAPBN 2016 tidak disahkan pada 30 Oktober, maka pemerintah terpaksa memakai APBN 2015.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau masalah tidak diclearkan lebih bagus APBN ini ditunda saja. Kan bisa gunakan anggaran tahun lalu," ujar Waketum Gerindra ini.

Meski begitu, Fadli menyebut 'ancaman' ini bukan bentuk penyanderaan RAPBN 2016 oleh KMP. Dia menuding pangkal masalah ini sebenarnya tetap di pemerintah.

"Saya kira tidak ada. Bagaimana mau menyandera kalau belum selesai. Itu soal PMN salah satu yang kita tanyakan. BUMN beri kontibusi besar ke APBN bukan APBN digerogoti," ucap Fadli.

Dia pun menghubungkan pembahasan RAPBN 2016 dengan kunjungan kerja Presiden Joko Widodo. Fadli menganggap Jokowi tidak serius mempersiapkan RAPBN 2016.

"Presiden kan tidak serius bahas APBN 2016, masalah asap itu tidak serius. Kepergian ke AS itu tidak ada hasilnya. Tidak ada dampaknya," ungkapnya. (imk/tor)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini