Pantauan detikcom, Senin (26/10/2015), di Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin cuaca terpantau normal. Tidak ada gangguan bagi pesawat untuk mendarat dan terbang.
Keluar dari bandara tepatnya di Jalan A Yani KM 23,600, Landasan Ulin Utara, Liang Anggang, Banjarmasin, kondisi jarak pandang terlihat normal. Walau begitu, sesekali bau asap gambut memang tercium dan cukup menganggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di sini enggak terlalu parah, makanya banyak yang mengungsi ke sini. Hanya pagi asapnya lumayan, makanya bandara kalau pagi suka tutup karena pesawat nggak bisa landing. Kalau sudah siang sudah normal," terang Rahmat saat berbincang.
Baca juga infografis: Indonesia Hilang Ditelan Asap
Rahmat mengatakan, normalnya kabut asap juga dikarenakan dua hari lalu Kota Banjarmasin diguyur hujan ringan. Menurutnya, wilayah yang kabut asapnya agak tebal berada di wilayah Martapura dan Banjar Baru.
"Di sana mungkin agak kabut. Namun, beberapa hari kemarin di sini kemarin gerimis walau hanya setengah jam tapi lumayan," terang Rahmat.
Di tempat terpisah Warga Kampung Durian Gentang, Banjarmasin bernama Sari mengutarakan dirinya sempat sakit karena kabut asap. "Sebelumnya di sini parah, saya saja sampai masuk rumah sakit," terangnya.
Sari berharap pemerintah segera menyelesaikan persoalan asap ini karena warga sudah sangat tidak mampu lagi bertahan. "Segeralah dipadamin, biar kita hirup udaranya enak lagi nggak sakit-sakit lagi," tutup Sari.
Walaupun kondisi udara di kota Banjarmasin tidak separah kota lain, namun di beberapa titik kawasan gambut yang berada di Jalan Trans Kalimantan yang menghubungkan Banjarmasin dengan Palangkaraya masih berasap dan mengeluarkan api.
Sebelumnya, BNPB merilis berdasarkan pantauan satelit Himawari dari BMKG pada Minggu (25/10) pukul 08.30 WIB, lebih dari tiga per empat wilayah Indonesia tertutup asap tipis hingga tebal. Jarak pandang di Banjarmasin pada Minggu (25/10) kemarin, 400 meter. (spt/bal)










































