Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Aulia Djabar mengatakan identitas korban terungkap setelah pihak keluarga menghubungi pihak kepolisian dan melihat langsung jasad korban di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur. "Tadi pagi pihak keluarga melihat langsung ke rumah sakit untuk mencocokkan ciri-cirinya. Ternyata benar bahwa korban adalah anak mereka," kata AKP Aulia kepada wartawan, Senin (26/10/2015).
Dari hasil autopsi sementara, korban diduga tewas dianiaya. Hal tersebut, diketahui dari luka di kepala akibat hantaman benda tumpul. Tulang pelipis kanan dan kiri korban patah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain dianiaya, korban juga mengalami kekerasan seksual. "Korban tidak hamil, sudah diperiksa, hasilnya negatif. Tetapi ditemukan sperma di kemaluannya," tambah Aulia.
Polres Bogor masih menyelidiki kasus tersebut. Beberapa saksi diperiksa. "Kita masih dalami keterangan orangtua korban. Kita perlu tahu dengan siapa korban terakhir kali bertemu dan kapan korban meninggalkan rumah," katanya.
Jasad korban ditemukan di hutan milik perhutani di Desa Pangaur, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jumat (23/10). Saat itu, korban hanya mengenakan bra dan rok seragam SMP tanpa celana dalam. Wajahnya penuh luka. (try/try)











































