"Kami dorong. Jadi, saya yakin untuk dorong. Ini sambil berjalan. Reses kan nanti cuma 16 hari, selesai reses bisa dinyalakan lagi. Sekarang bisa dimatangkan dulu," ujar Edhy di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/10/2015).
Dia yakin KIH dan KMP akan kompak soal pembentukan pansus asap. Dia percaya rekan-rekan anggota dewan memiliki persamaan dalam Pansus kabut asap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga infografis: Indonesia Hilang Ditelan Asap
Lebih jauh, Edhy mengkritisi keseriusan pemerintah dalam mengatasi bencana kabut asap. Hal ini terlihat dalam masalah alokasi anggaran untuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang mengalalami penurunan.
"Saya lihat pemerintah tidak serius, dari sisi penganggaran. Kenapa Kementerian LHK di kasih anggaran tidak sesuai permintaan? Menhut minta Rp 12 triliun, kemudian turun Rp 6,3 triliun dikurangi lagi pemerintah Rp 180 miliar. Jadi. Rp 6,1 miliar. Padahal, yang harus diselesaikan kan banyak," tuturnya.
"Anggaran kan untuk mencegah secara dini salah satunya. Walaupun kebakarannya tidak hanya di hutan, tapi perkebunan juga," imbuh Waketum Gerindra ini. (hty/tor)











































