Puluhan kendaraan ikut mengiringi jenazah pasangan suami istri ini yang berada dalam 2 mobil ambulans. Jenazah lalu disemayamkan tepat di depan Inul Vizta Manado, Jalan AJ Sondakh, Kawasan Megamas, Senin (26/10/2015) sekitar pukul 13.45 WITA.
(Foto: Asrar Yusuf/detikcom) |
Mereka sempat melakukan ibadah singkat dengan menyanyikan lagi rohani 'Di Tengah Ombak dan Gelombang'. 15 menit kemudian, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Desa Tambelang Kecamatan Maesa, Minahasa Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami keluarga minta ada pertanggungjawaban. Apalagi cucu saya belum setahun menikah dan sedang mengandung 3 bulan," teriaknya.
Senada, Ibunda Claudya, Fiane Lumenta juga meminta perhatian dan tanggung jawab. Apalagi, sampai jenazah anaknya seserta suaminya akan dipulangkan ke kampung halaman, tidak ada dari Manajemen Inul Vizta Manado yang datang ke rumah persemayaman di Karombasan Utara Lingkungan II Kecamatan Wanea.
(Foto: Asrar Yusuf/detikcom) |
"Sampai saat ini tidak ada bentuk ucapan atau karangan bunga ikut berkabung dari pihak Inul Vizta," tandas Fiane.
Lanjutnya, keluarga sengaja menyemayamkan kedua korban sebagai kenangan terakhir di Inul Vizta sebelum dibawa pulang dan dikuburkan di kampung halaman. "Mereka akan pulang selama-lamanya dan tidak akan balik lagi ke Manado," tutur ibu korban.
(try/try)












































(Foto: Asrar Yusuf/detikcom)
(Foto: Asrar Yusuf/detikcom)