Dihukum Seumur Hidup, Assyifa: Saya Tak Pernah Punya Niat Membunuh Ade Sara

Andi Saputra - detikNews
Senin, 26 Okt 2015 11:43 WIB
Jakarta -
Assyifa Ramadhani dan kekasihnya, Imam Al Hafitd harus menghabiskan sisa hidupnya di balik penjara hingga meninggal dunia. Di usia yang belum genap menginjak 20 tahun, keduanya tega menghabisi Ade Sara dengan kejam.

Dalam pembelaannya, Assyifa memohon kepada Mahkamah Agung (MA) untuk diringankan hukumannya.

"Saya sama sekali tidak pernah mempunyai niat, apalagi untuk merencanakan membunuh korban. Saya sama sekali tidak pernah mempersiapkan alat-alat yang akan dipergunakan untuk membunuh korban," kata Assyifa dalam pembelaanya yang tertuang pada berkas kasasi sebagaimana dikutip detikcom dari website MA, Senin (26/10/2015).

Berdasarkan fakta pengadilan yang terungkap, Ade Sara disiksa di dalam mobil pada 3 Maret 2014 malam. Ade Sara disiksa di dalam mobil. Korban ditelanjangi setengah badan, dipukul, dijambak, ditampar dan disetrum badannya oleh Assyifa dan Hafitd. Nyawa Ade Sara melayang karena mulutnya disumpal tisu dan kertas koran.

"Sesungguhnya saya tidak pernah menyangka atau pun mengira bahwa tisu yang niatnya hanya untuk menyumpal mulut korban agar tidak teriak-teriak (sesuai permintaan Hafitd), ternyata telah menyebabkan Ade Sara meninggal dunia," kata Assyifa.

Assyifa melempar tanggung jawab bahwa yang dominan menyiksa Ade Sara adalah Hafitd dengan menyetrum tubuh Ade Sara. Assyifa hanya mengakui melakukan penamparan muka Ade Sara dan penganiayaan lainnya.

"Semata-mata bukan karena dari niat saya tetapi karena perintah Hafitd. Dalam kondisi yang terpojokkan di dalam mobil yang terkunci dan tekanan dari Hafidt, saya takut dan bingung harus berbuat apa," ucap perempuan kelahiran 14 Februari 1996 itu.

"Melihat Hafitd melakukan penganiayaan tersebut saya hanya diam dan takut melihat apa yang diperbuatnya. Dalam keadaan panik pikiran yang tidak stabil, saya hanya mengikuti apa yang diperintahkan Hafitd karena saya takut hal itu menimpa diri saya mengingat sifat Hafitd yang temperamental dan pemarah," sambung Assyifa.

Tapi seluruh pembelaan Assyifa tidak membuat luluh majelis hakim yang terdiri dari hakim agung Andi Abu Ayyub Saleh, hakim agung Dudu Duswara dan hakim agung Margono. Alih-alih mendapat keringanan hukuman, Assyifa dan Hafitd diperberat hukumannya dari 20 tahun penjara menjadi seumur hidup atau sesuai dengan tuntutan jaksa.

"Menyatakan terdakwa Assyifa Ramadhani terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana yang dilakukan secara bersama-sama. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama seumur hidup," putus majelis pada 9 Juli lalu. (asp/nrl)