"Hari ini sekolah libur untuk SD, SMP, dan SMA di Kabupaten Simalungun. Padahal minggu lalu masuk," ucap seorang pembaca detikcom, Ariansyah Ari Damani, Senin (26/10/2015).
Ari mengatakan sekolah diliburkan karena kondisi kabut asap makin memprihatinkan, jarak pandang di Simalungun sekitar 100 meter seperti hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal serupa juga terjadi dibeberapa sekolah di Provinsi Riau. Di Indragiri Hulu, sekolah juga diliburkan selama 3 hari pada minggu ini.
"Kalau minggu lalu masuk Senin dan Kamis saja, hari ini SD, SMP dan SMA diliburkan Senin sampai Kamis," kata seorang warga, Sugirah Wahyuni, yang juga mengirimkan fotonya ke pasangmata.com.
Sugirah mengetahui sekolah di Indragiri Hulu diliburkan dari keluarganya yang masih bersekolah. Sementara itu, kondisi asap juga masih sama dalam kondisi yang tak menentu.
"Asapnya sekarang kalau pagi nggak terlalu, kalau sore kabut makin turun dan kadang masuk rumah," ucapnya.
Baca juga infografis: Indonesia Hilang Ditelan Asap
Di Jambi, kondisi kabut asap perbatasan juga makin memprihatinkan. Jarak pandang pagi ini di perbatasan Kota Jambi dan Muaro Jambi hanya sekitar 200 meter.
"Masih pekat nian, jarak pandang 200-250 meter. Tapi sekolah masih masuk semua," ucap pembaca lain, Niko Handora.
Terkait sekolah yang diliburkan itu, Mendikbud Anies Baswedan mengatakan pihaknya sudah menyusun tiga skenario. Pertama, bagi sekolah yang libur di bawah 2 minggu dan libur 2-4 minggu diadakan kegiatan belajar mengajar tambahan Sabtu atau Minggu.
Bagi sekolah yang libur lebih dari 4 minggu atau lebih, maka dilakukan perubahan kalender akademik. Jadwal-jadwal belajar akan bergeser termasuk ujian nasionalnya.
"Kita ingin mereka dapat kesempatan yang sama seperti teman-teman di daerah lain. Jika dalam perjalannya November-Desember mereka ternyata tertinggal maka kita dengan leluasa melakukan penyesuaian," ucap Anies Senin (19/10) lalu. (bal/nrl)











































