Titik Api Banyak di Jawa Timur, Warga Jakarta Tak Perlu Khawatir Kabut Asap

Titik Api Banyak di Jawa Timur, Warga Jakarta Tak Perlu Khawatir Kabut Asap

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Senin, 26 Okt 2015 07:13 WIB
Titik Api Banyak di Jawa Timur, Warga Jakarta Tak Perlu Khawatir Kabut Asap
Ilustrasi (Foto: Idham Kholid)
Jakarta - Kebakaran lahan juga terjadi di beberapa titik di Pulau Jawa, terutama di wilayah Jawa Timur. Karena titik api banyak tersebar di Jawa Timur, sehingga warga yang berada di Jakarta tidak perlu khawatir akan terkena kabut asap.

"Kalau pantauan dari satelit hingga kemarin, belum ada asap yang masuk ke Jakarta. Ini berdasarkan citra satelit kami," kata peneliti BMKG, Hadi, Senin (26/10/2015).

Menurut data BMKG, titik api di Pulau Jawa tercatat ada 28 titik. Hampir semuanya berada di wilayah Jawa Timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Titik api kebanyakan di wilayah Jawa Timur, sehingga sebaran asapnya juga tipis. Jadi belum ada yang masuk ke Jabodetabek," jelas Hadi.

Seperti diketahui, beberapa hutan yang berada di wilayah Jawa Timur memang sempat terbakar. Bahkan, kebakaran hutan yang melanda Gunung Lawu sempat merembet sampai ke wilayah Karang Anyar, Jawa Tengah.

Selain Gunung Lawu, hutan yang berada di Gunung Semeru, Jawa Timur juga terbakar. Tak kurang dari 30 hektar lahan hutan di Gunung Semeru terbakar.

Sementara itu, kemarin, Minggu (25/10) di beberapa wilayah Jakarta sempat terlihat kabut tipis. Namun Kepala Sub Bidang Informasi Meteorologi Publik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hari Tirto mengatakan, apa yang terjadi di Jakarta disebut haze.

"Bahasa metereologinya haze atau cuaca kabur," ujar Hari.

Apakah terkait polusi? "Tidak mengarah ke situ," jawabnya.

Cuaca haze yakni kekaburan udara yang disebabkan oleh partikel-partikel kering yang sangat kecil dan melayang-layang di udara sehingga menyebabkan jarak pandang (visibility) berkurang. Sementara itu, suhu udara tidak begitu lembab karena kelembabannya di bawah 90 persen. Namun kala itu Hari menyebut, cuaca seperti itu normal dan tak terkait fenomena El Nino dan asap akibat kebakaran lahan.

(Hbb/Hbb)


Berita Terkait