"Pengendara itu dikeroyok puluhan peserta konvoi berpakaian hijau dan hitam bertuliskan Bonek," kata petugas polisi yang minta namanya tidak ditulis.
Mereka baru berhenti mengeroyok setelah korban membuka helm dan mengatakan bahwa dia adalah tentara. Saat pengeroyokan itu terjadi, polisi yang datang sempat melepaskan tembakan peringatan. Para pelaku langsung kabur dan petugas mengamankan 2 orang anggota suporter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang hadir banyak sekitar seratus orang lebih anggota RBJ," kata AY yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP.
Foto: Yakub Mulyono |
Menurutnya, setelah acara itu digelar sebenarnya pengurus kelompok suporter sudah melarang untuk konvoi. "Tapi teman-teman ngotot dan melakukan konvoi," kata AY.
Dia menambahkan, bahwa saat aksi pengeroyokan terhadap pengendara itu dilakukan, dia tidak terlibat. "Kalau pengeroyokannya saya memang melihat. Tapi saya gak ikut ngeroyok kok Pak," ujarnya.
AY juga menegaskan bahwa dirinya juga tidak mengenal pelaku pengeroyokan itu. "Anggota RBJ kan banyak pak. Gak mungkin saya kenal semua," kilahnya saat diamankan di Mapolres Jember.
Sementara itu salah satu petugas mengatakan masih menyelidiki kasus ini. "Dua anak ini dugaan sementara tidak terlibat dalam pengeroyokan itu. Tapi masih kita dalami keterangannya," kata petugas.
Selain itu, pihaknya juga masih menunggu laporan dari pengendara motor yang dikeroyok oleh pelaku konvoi tersebut. "Informasinya korban yang dikeroyok adalah anggota TNI yang dinas di Jember. Tapi masih kita tunggu laporannya," pungkas petugas ini.
(Hbb/Hbb)











































Foto: Yakub Mulyono