Pada saat hampir bersamaan muncul desakan agar DPR membentuk Panitia Khusus Kabut Asap. Anggota Komisi IV DPR yang membidangi masalah pertanian dan kehutanan Daniel Johan mengakui, pembahasan RAPBN 2016 menjadi salah satu kendala dibentuknya Pansus Kabut Asap.
"Masing-masing komisi dan fraksi sedang sibuk bahas anggaran dan lain-lain. Ini yang menjadi kendala (dibentuknya Pansus)," kata Daniel yang juga anggota Fraksi PKB itu saat berbincang dengan detikcom, Minggu (25/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Sementara Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Viva Yoga Mauladi mengaku yakin Pansus Kabut Asap bisa terbentuk. "Semoga bisa (terbentuk), Insya Allah. Nanti RUU APBN 2016 akan diketuk palu sebelum tanggal 30 Oktober," kata Viva.
Politisi Partai Amanat Nasional itu bahkan mengaku siap menjadi insiator menggalang dukungan untuk dibentuknya Pansus Kabut Asap. "Selaku Wakil ketua Komisi IV DPR, saya akan berinisiatif menggulirkan ide perlunya dibentuk Pansus Kebakaran Hutan dan Lahan," kata Viva.
Wakil Sekretaris Jenderal PAN Saleh Daulay juga menyebut Pansus Kabut Asap kemungkinan besar bisa terbentuk. Syaratnya ada kesepahaman antar semua Fraksi di DPR. Apalagi tidak ada muatan politik dalam Pansus Kabut Asap itu.
"Bencana asap ini tidak memiliki muatan politik yang menimbulkan perbedaan pandangan. Yang ada, bagaimana menangani masalah bencana ini dengan baik. Pada titik ini, semua fraksi kelihatannya memilki semangat yang sama. Tentu harus ada pembicaraan-pembicaraan serius. Harus ada yang memulai dan menginisiasi," kata Saleh.
(hat/erd)











































