"Kondisinya masih kritis, proyektil pelurunya belum diangkat," ucap Kabidhumas Polda Jabar Kombes (Pol) Sulistyo Pudjo Hartono saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (25/10/2015).
Menurut Pudjo, proyektil peluru belum diangkat karena menunggu kondisi korban stabil. "Namanya ngambil peluru bisa kapan saja, tapi menstabilkan kondisi korban perlu waktu. Kalau masih kritis langsung diambil pelurunya bisa bahaya soalnya ini tertambaknya di daerah rawan," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Istrinya dengar suara klontang-klontang di depan rumah dan langsung bangunin suaminya. Dilihat ada orang yang mau ngambil motornya," ucap Pudjo.
Oca lalu berduel dengan dua perampok itu. Namun dia terkena tembak pistol yang dibawa salah satu pelaku. Evi yang melihat suaminya bersimbah darah langsung berteriak histeris. Dua pelaku melarikan diri dan motor Honda Scoopy putih T 3599 FI yang tadi mau dicuri ditinggal begitu saja.
Korban lalu dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Polisi langsung melakukan oleh TKP dan memburu para pelaku.
"Masih kita kejar pelakunya," ucap Pudjo. (slm/mad)










































