Melihat Negara yang Terapkan Hukuman Kebiri ke Paedofil

Danu Damarjati - detikNews
Minggu, 25 Okt 2015 07:28 WIB
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Baru-baru ini, Pemerintahan Presiden Jokowi telah merencanakan hukuman kebiri kimiawi kepada para pelaku kejahatan paedofilia. Hukuman semacam ini sebenarnya telah diterapkan di berbagai belahan dunia.

Sebagaimana dilansir Reuters, Minggu (25/10/2015), bila rencana ini teralisasi, Indonesia bakal mengikuti jejak negara-negara yang telah menerapkan hukuman kebiri.

Negara-negara itu adalah Polandia, Rusia, Estonia, bahkan hingga sejumlah negara bagian di Amerika Serikat. Pada 2011, Korea Selatan menjadi negara Asia pertama yang menerapkan hukuman kebiri kimiawi.

Kebiri secara kimiawi tak melibatkan pemotongan organ genitalia manusia, melainkan hanya menyuntikkan hormon yang mampu menurunkan libido manusia, dalam hal ini yang disoroti adalah pihak pria.

Dikutip dari Straitstime dan berbagai sumber, berikut adalah negara-negara yang mempraktikkan hukuman kebiri model suntik kimiawi itu:

1. Korea Selatan



Korea Selatan menjadi negara pertama yang melegalisasi hukuman kebiri kimiawi pada 2011. Rancangan unxdang-undang telah gol pada Juli 2011 dan membolehkan kastrasi semacam itu untuk diterapkan pada terpidana kasus pelecehan seksual terhadap anak. Terpidana haruslah berusia 19 tahun  lebih dan berisiko mengulangi perbuatannya terhadap anak dibawah umur 16 tahun.

Sejak saat itu, dua pria telah dikastrasi secara kimiawi. Pria bernama Park (45) pada 2012 menjadi yang pertama. Park rutin disuntuk kebiri setiap tiga bulan selama tiga tahun.

Park dipenjara 10 tahun karena berusaha memerkosa gadis usia 10 tahun. Sebelumnya, dia juga pernah menyerang gadis berusia di bawah 16 tahun.

Selain Park, ada juga Pyo (31). Pada 2013, dia menjadi orang kedua yang kena hukuman model itu. Dia terbukti bersalah karena melakukan hubungan seksual dengan lima remaja. Dia bisa menemukan para remaja itu lewat aplikasi layanan obrolan ponsel pintar. Dia juga mengedarkan video rekamannya secara online, serta memerkosa dengan mengancam menggunakan senjata.

2. Inggris


Pemecah kode Perang Dunia II yang tersohor, yakni Alan Turing, yang kisahnya pernah diangkat ke layar lebar, dahulu juga dicokok kepolisian dan dihukum karena praktik homoseksual pada 1952. Kala itu, homoseksualitas adalah tindakan kriminal di Inggris.

Turing dikenakan hukuman kebiri kimiawi. Dia akhirnya bunuh diri pada usia 41. Turing lantas dimaafkan secara resmi oleh Ratu Elizabeth II pada 2013.

Belakangan, paedofil di Inggris Raya telah secara sukarela menjalani kebiri kimiawi sebagai upaya mencegah diri sendiri untuk mengulangi tindakan kriminalnya. Kementerian Kehakiman Inggris ada 25 sukarelawan yang dikebiri kimiawi pada 2014.

3. Rusia


Rancangan Undang-undang yang menyatakan kebiri kimiawi telah diserahkan ke Duma Negara (lembaga legislatif di Rusia) pada 20 Oktober kemarin. Rancangan Undang-undang itu dibikin untuk mewujudkan perintah kepada paedofil yang melakukan tindak kriminal, agar menjalani kastrasi macam itu.

Mereka yang akan wajib dikastrasi adalah yang memerkosa anak-anak di bawah 14 tahun. Sekarang, hukuman kebiri kimiawi sebenarnya sudah diizinkan kepada para terpidana paedofilia, namun harus dengan rekomendasi panel dokter.

4. Polandia


Polandia punya hukum yang memaksa pria pemerkosa anak-anak dan keluarga dekat untuk menjalani kebiri kimiawi. Hukum itu berjalan sejak Juni 2010. Namun hukuman ini harus diputus pengadilan dengan pertimbangan pendapat psikiater.

5. Jerman


Di Jerman, sekitar lima orang yang dihukum karena kejahatan terkait seks dikebiri setiap tahun dengan proses pembedahan untuk menurunkan nafsu mereka sebelum dibebaskan dari penjara. Pemerintah Jerman menyatakan praktek itu adalah bagian dari perawatan dan bukan hukuman.

Pemerintah juga mengatakan bahwa praktek itu dilakukan secara sukarela dan harus disetujui oleh orang yang bersangkutan dengan usia minimal 25 tahun. Namun, kebijakan pemerintahan Jerman ini memang mendatangkan kritik dari banyak pihak.

(dnu/rvk)