Terumbu karang merupakan salah satu aset terpenting dalam sebuah ekosistem pantai dan laut. Selain keindahannya yang memikat, terumbu karang juga merupakan rumah dan tempat bermain para ikan. Dua hal tersebut menjadi semakin sempurna dengan air laut yang bening. Itu semua ada di Indonesia bagian timur.
Sayangnya, di Ora dan sekitarnya tendapat binatang laut yang mengancam keindahan itu. Si Kaking adalah perusak utama. Binatang laut yang menyerupai bintang dan berduri di bagian atasnya ini selalu memangsa terumbu karang. Dengan ratusan kaki dan mulut di bagian bawah, kaking paling suka bertengger diatas terumbu karang. Ternyata, binatang ini bukan sekadar nongkrong sambil menikmati keindahan pantai, tetapi juga menyedot daging terumbu karang. "Kaking bisa membunuh terumbu karang sebesar bakul dalam waktu kurang dari sehari," ujar Eko Junor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kaking saat dibalik |
Kaking yang dalam bahasa ilmiahnya crown of thorns starfish ini juga menjadi musuh utama penyelam. Bisa yang terdapat di ujung durinya membuat manusia demam hingga tiga hari tiga malam. "Badan menggigil dan terasa sakit semua," kata Ali, seorang tukang perahu.
Demi kenyamanan pengunjung di Pantai Ora dan sekitarnya, bulan lalu pemuda setempat melakukan pembersihan kaking. Mereka berhasil mengangkat lebih dari 1.000 kaking yang kemudian dikuburkan di dekat Mataair Belanda. Kerja sama ini selain disponsori oleh pengusaha resort, juga karena adanya kesadaran lingkungan.
Menurut para pemuda tersebut, kaking yang berjalan seperti siput itu harus ditangkap hidup-hidup dan diangkat dengan media kayu lalu diletakkan terbalik di daratan. Akan lebih efektif kalau langsung dikubur. Yang tidak boleh dilakukan adalah membunuh kaking didasar laut sebab telornya akan langsung menyebar dan melahirkan ribuan kaking lainnya.
Di beberapa negara maju, binatang yang terlihat Indah tersebut dibunuh dengan menyuntikkan zat tertentu ke dalam tubuhnya. Namun metode ini dianggap terlalu mahal untuk diterapkan di Ora. "Lebih gampang ditangkap dan dikubur," ujar Ali menambahi.
Yang lebih penting adalah peranan pemerintah daerah. Mereka harus ikut melestarikan lingkungan dengan membuat program pembersihan kaking secara reguler. Sebab kalau hal ini diabaikan, maka keindahan Ora dan sekitarnya hanya akan terabadikan dalam foto di facebook dan tulisan media saja. (nrl/nrl)












































Kaking saat dibalik