Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) Kombes Frans Barung menjelaskan, saat kejadian, Imran sedang menunggu atasannya yang masih berstatus wakil bupati Majene di depan kediamannya, Kamis (22/10) sekitar pukul 16.00 WITA.
Tiba-tiba sebuah mobil Innova putih berhenti lalu penumpangnya turun menanyakan alamat pada korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban dibuang pelaku di tepi jalan di Kab. Pinrang, Sulawesi Selatan, jaraknya puluhan kilometer dari Majene, korban kehilangan dua ponsel dan uang Rp 130 juta milik atasannya yang juga calon bupati, dana tersebut diduga akan digunakan sebagai dana kampanye calon Bupati Majene. Setelah sadar, korban kemudian menumpangi mobil boks yang dicegat di jalan, korban tiba di Kab. Majene sekitar pukul 04.30 WITA, Jumat (23/10)," ujar Frans saat dihubungi detikcom, Sabtu (24/10/2015).
Imran saat ini diperiksa di Bagian Penyakit Saraf dan Kejiwaan RSUD Majene karena mengalami shock.
"Setelah menerima laporan, pihak Polres kemudian memeriksa saksi-saksi, mendalami keterangan korban dan memeriksa anggota keluarganya untuk mengungkap kasus ini," ujar Frans. (mna/fdn)











































