"Lelang-lelang dan gugat menggugat kita batalin. Kita tunjuk aja Jakpro. Kita lagi dorong Jakpro," kata Gubernur DKI Basuki T Purnama di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (23/10/2015).
Ia mengatakan bentuk pengelolaan sampah di ITF itu dicontoh dari Belanda. Pengelolaan sampah di ITF dilakukan dengan teknologi berbasis incinerator. Teknologi ini memiliki kelebihan mereduksi sampah hingga 90 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ITF di Cakung-Cilincing luasnya sekitar 8 ha. Di ITF ini sebenarnya sudah dikelola menjadi tempat pembungan sampah dan akan ditingkatkan dengan menggunakan program ITF.
Jika disetujui DPRD, penyertaan modal untuk pengelolaan ITF ini akan dilakukan tahun depan. Rencananya ITF Marunda dan Cakung-Cilincing yang akan dibangun oleh Jakpro. Sementara untuk ITF Sunter dan Duri Kosambi akan dibangun oleh Dinas Kebersihan.
Sekadar informasi, ITF merupakan proyek pembangunan pengolahan sampah modern yang dijalankan oleh Dinas Kebersihan DKI Jakarta. Selain fokus pada pengolahan sampah di dalam kota, ITF juga bertujuan mengurangi beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Pola pengolahan sampah di ITF berbasis teknologi tinggi, modern, tepat guna, dan ramah lingkungan. Tujuan akhirnya, mengubah sampah menjadi sesuatu yang berguna (from waste to energy). (bil/spt)











































