Cerita naik haji gratis ini dibeberkan Karto saat bersaksi dalam sidang lanjutan Suryadharma Ali. Tawaran naik haji disampaikan Suryadharma saat bertemu di Istana. Karto memang pernah jadi ajudan Suryadharma saat menjabat Menkop dan UKM.
"Jadi kami diajak Beliau, diajak berangkat haji," ujar Karto dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat (23/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua bulan kemudian, pada akhir bulan September, Karto mendapat telepon dari Ermalena, yang saat itu menjadi stafsus Suryadharma saat menjabat Menag. Karto diminta menyerahkan paspor ke kantor Kemenag untuk pengurusan keberangkatan ibadah haji dan kemudian diberikan kepada Abdul Wadud, Sekretaris Menag.
Nah sebelum keberangkatan, Karto pernah diminta datang ke kantor Kemenag dan menerima duit sekitar Rp 16 juta. Siapa pemberi duit, Karto mengaku sudah lupa.
"Pas mau berangkat ketemu di 2F, ketemu diberi paspor dan boarding pass," sambungnya.
Diakui Karto, dia tidak pernah mendaftarkan diri atau membayar biaya penyelenggaraan ibadah haji.
Di Arab Saudi, Karto hanya mengikuti ibadah haji tanpa mengerjakan tugas tertentu seperti petugas haji atau pun tim pengawas dari instansi lain. Tapi pada barang bukti yang dimiliki KPK, ternyata Karto diketahui tercatat masuk dalam tim pengawas dan pengendali saat ibadah haji 2012.
Barang bukti ini ditunjukkan Jaksa KPK di meja Majelis Hakim pada persidangan
Namun Suryadharma membantah ada 'penyusupan' penggunaan kuota haji. Menurut Suryadharma, Karto berangkat haji menggunakan undangan dari pemerintah Arab Saudi.
"Keberangkatan Karto Kamid menggunakan undangan Emirat Arab, dan Rp 16 juta (yang diberikan) dari sisa yang digunakan dari Emirat Arab," ujar Suryadharma memberi tanggapan dalam persidangan. (fdn/mok)











































