Selama ini memang kursi Jaksa Agung banyak disebut sebagai jatah untuk Partai NasDem. Prasetyo sendiri sebelum jadi Jaksa Agung adalah anggota Komisi III DPR dari Partai NasDem. Kini di tengah isu reshuffle kabinet jilid II, kursi Jaksa Agung turut diperbincangkan.
Tak ada asap kalau tak ada api, tak ada isu jika tak ada yang memulai. Partai NasDem duluan yang mengungkap rasa khawatir jikalau kursi Jaksa Agung diambil partai lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi siapa sebenarnya yang mengincar kursi Jaksa Agung sampai saat ini masih jadi tanda tanya. Itu bisa jadi pertanyaan di kalangan elite KIH dan praktisi politik yang mengamati fenomena kegaduhan di KIH menjelang reshuffle jilid II. Sementara pertanyaan lain yang kuat di masyarakat adalah mengapa sampai kursi Jaksa Agung ikut diperebutkan?
"Memang setelah Jokowi memasang orang politik di situ jadinya parpol menganggap itu bagian dari kursi yang bisa dibagi. Ya sekarang momentum bagi Jokowi memberi kesempatan kepada akademisi atau praktisi hukum. Kan aneh sekali kursi Jaksa Agung diperebutkan parpol," kata pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, kepada detikcom, Jumat (23/10/2015).
Sampai kini belum ada kabar pasti soal posisi Jaksa Agung. Jaksa Agung Prasetyo juga tak ambil pusing soal isu ini.
"Bukan urusan saya, bukan urusan saya (soal isu pencopotannya)," kata Prasetyo di kantornya, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2015). (van/nrl)











































