Pantaskah Kursi Jaksa Agung Jadi Rebutan Parpol?

Pantaskah Kursi Jaksa Agung Jadi Rebutan Parpol?

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jumat, 23 Okt 2015 15:29 WIB
Pantaskah Kursi Jaksa Agung Jadi Rebutan Parpol?
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Belum genap setahun menjabat Jaksa Agung, Muhammad Prasetyo sudah digoyang. Mau bagaimana lagi, kursinya sekarang jadi rebutan.

Selama ini memang kursi Jaksa Agung banyak disebut sebagai jatah untuk Partai NasDem. Prasetyo sendiri sebelum jadi Jaksa Agung adalah anggota Komisi III DPR dari Partai NasDem. Kini di tengah isu reshuffle kabinet jilid II, kursi Jaksa Agung turut diperbincangkan.

Tak ada asap kalau tak ada api, tak ada isu jika tak ada yang memulai. Partai NasDem duluan yang mengungkap rasa khawatir jikalau kursi Jaksa Agung diambil partai lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pihak-pihak dengan kepentingan tertentu tidak suka terhadap Jaksa Agung M Prasetyo, sehingga ingin mendorong RI-1 untuk mencopot Pak Prasetyo," kata Sekretaris F-NasDem Syarif Abdullah dalam keterangan pers resmi F-NasDem, Kamis (22/10/2015). Syarif menyebut kursi Jaksa Agung cukup strategis.

Tapi siapa sebenarnya yang mengincar kursi Jaksa Agung sampai saat ini masih jadi tanda tanya. Itu bisa jadi pertanyaan di kalangan elite KIH dan praktisi politik yang mengamati fenomena kegaduhan di KIH menjelang reshuffle jilid  II. Sementara pertanyaan lain yang kuat di masyarakat adalah mengapa sampai kursi Jaksa Agung ikut diperebutkan?

"Memang setelah Jokowi memasang orang politik di situ jadinya parpol menganggap itu bagian dari kursi yang bisa dibagi. Ya sekarang momentum bagi Jokowi memberi kesempatan kepada akademisi atau praktisi hukum. Kan aneh sekali kursi Jaksa Agung diperebutkan parpol," kata pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, kepada detikcom, Jumat (23/10/2015).

Sampai kini belum ada kabar pasti soal posisi Jaksa Agung. Jaksa Agung Prasetyo juga tak ambil pusing soal isu ini.

"Bukan urusan saya, bukan urusan saya (soal isu pencopotannya)," kata Prasetyo di kantornya, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2015). (van/nrl)


Berita Terkait