Bencana Kabut Asap

Indonesia Minta Bantuan Amerika, Kanada dan Prancis Padamkan Kebakaran Hutan

Ray Jordan - detikNews
Jumat, 23 Okt 2015 14:40 WIB
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Beberapa negara telah memberikan bantuan untuk menanggulangi kebakaran hutan yang berdampak pada timbulnya kabut asap. Pemerintah masih berharap adanya bantuan tambahan dari negara lain, karena api kebakaran hutan dan lahan yang terjadi masih belum bisa dipadamkan.

Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, saat ini sudah ada 15 unit pesawat untuk mengatasi bencana ini. Namun jumlah itu dirasa masih belum maksimal.

"Sekarang sudah dapat 9 (tambahan). Nanti saya mau bicara untuk segera masuk. Kita berharap dalam 10 hari, atau lebih cepat dari itu bisa masuk," ujar Luhut usai rapat bersama Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Jumat (23/10/2015).

Dikatakan Luhut, Rusia telah memberikan bantuan tambahan yakni pesawat BE 200. Pesawat jenis amfibi yang digunakan untuk water bombing ini sudah mulai beroperasi.

"BE 200 yang dari rusia, itu sudah kemarin operasi. Sehari bisa sampai jam 18.00," kata Luhut.

Saat ini, lanjut Luhut, pemerintah akan meminta bantuan dari Amerika Serikat, Kanada dan Prancis. Negara-negara ini dinilai mapan dalam menanggulangi bencana kebakaran hutan.

"Kita approach Kanada, Amerika, dan juga Prancis. Jenisnya yang sekarang kita fokus BE 200, pelican, air tractor," kata Luhut.

"Saya kira dari Kanada, mereka sangat maju. BE 200 kita lihat kalau dapat 5 lagi, akan sangat bagus," tambah Luhut. (rjo/hri)