Warga Pekanbaru Serbu Posko untuk Sekadar Dapatkan Udara Segar, Begini Penampakannya

Warga Pekanbaru Serbu Posko untuk Sekadar Dapatkan Udara Segar, Begini Penampakannya

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Jumat, 23 Okt 2015 12:55 WIB
Warga Pekanbaru Serbu Posko untuk Sekadar Dapatkan Udara Segar, Begini Penampakannya
Foto: Chaidir Anwar T/detikcom
Pekanbaru - Deru penderitaan rakyat korban asap di Riau masih terus berlanjut. Asap pekat dalam sepekan ini membuat warga sesak nafas karena kekurangan oksigen.

Sampai kapan asap di Sumatera dan Kalimatan akan berakhir, cuma Tuhan yang tahu pasti menjawabnya. Tuhan juga yang bisa memadamkan bara api di perut gambut lewat hujannya. Hanya hujan lewat kekuasaan Sang Khaliq paling ampuh untuk membumihanguskan bara api.


Kini asap yang mengepung Riau, khususnya Pekanbaru, sudah membuat warga kalang kabut. Sesak nafas mulai menghantui warga karena kekurangan oksigen. Fakta ini dapat di lihan di sejumlah Posko Kesehatan yang dibangun Pemprov Riau.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak 5 hari terakhir, posko kesehatan diserbu warga. Posko kesehatan di lapangan purna MTQ dan di depan pasar Sukaramai di kawasan Jl Sudirman, paling ramai warga berobat.


Rata-rata mereka mengaku terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Tak sedikit pula, warga yang datang ke posko kesehatan mengaku sesak dada karena kekurangan oksigen.

Dari anak-anak sampai orang dewasa silih berganti meminta bantuan oksigen. Warga mengaku sesak nafas dan kepala pusing karena minimnya udara segara sejak dibantai asap pekat.

"Di kedua posko itu paling banyak warga berobat. Sehari bisa 100 orang berobat di posko tersebut. Jumlah ini meningkat dua kali lipat dibanding saat asap sempat menipis di Pekanbaru," kata Koordinator Tim Media Centre, Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Rozita kepada detikcom, Jumat (23/10/2015).


Asap yang sudah 5 hari pada level berbahaya ini, umumnya warga mengaku kepala pusing, mual dan mengalami iritasi mata. Kadang warga melintas di Jl Sudirman, singgah sebentar ke posko kesehatan hanya untuk dapat menghirup oksigen.

"Banyak warga datang ke posko kesehatan untuk mendapatkan bantuan oksigen. Warga mengaku kepalanya pusing berat, napas sesak," kata Rozita.

Warga yang ditemui di lokasi, Nurhayati (50), mengaku selama dua hari dia enggan keluar rumah karena asap pekat. Walau demikian, dia mengalami kondisi badan yang lemas dan sesak di dada.

"Akhirnya saya datang ke posko kesehatan untuk dapat menghirup oksigen. Setelah mendapatkan oksigen, badan terasa enakan, pusing kepala berkurang," cerita Nurhayati. (cha/try)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini