Pimpin Pertemuan Menteri IORA 2015, Menlu Bicara Kerja Sama Maritim

Pimpin Pertemuan Menteri IORA 2015, Menlu Bicara Kerja Sama Maritim

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 23 Okt 2015 12:39 WIB
Pimpin Pertemuan Menteri IORA 2015, Menlu Bicara Kerja Sama Maritim
Foto: Dokumentasi Kementerian Luar Negeri RI
Padang - Pertemuan setingkat menteri dalam forum Indian Ocean Rim Association (IORA) resmi digelar. Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi memimpin langsung pertemuan ini.

Dalam sesi pembukaan Council of Ministers Meeting (CMM) yang digelar di Andromeda Ballroom, Mercure Hotel, Padang, Jumat (23/10/2015), Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop resmi menyerahkan kepemimpinan kepada Menlu Retno Marsudi. Australia sebelumnya memimpin IORA sejak tahun 2013 lalu dan untuk dua tahun mendatang, Indonesia yang akan menjadi ketua baru.
Menlu RI Retno Marsudi, Wakil Menteri Departemen Kerja Sama dan Hubungan Internasional Afsel Nomaindiya Mfeketo dan Menlu Australia Julie Bishop (Novi/detikcom)

"IORA merupakan organisasi pertama di antara negara-negara kawasan Samudera Hindia. Profil internasional IORA selalu tinggi, muncul ketertarikan baru dari negara-negara kawasan," tutur Menlu Bishop saat menyampaikan pernyataannya pada pembukaan CMM.

Berbicara setelah Menlu Bishop, Menlu Retno menyatakan apresiasi kepada Australia yang memimpin IORA untuk periode dua tahun sebelumnya. "Sungguh kehormatan besar untuk menyambut Anda semua di Padang. Biarkan saya menyampaikan apresiasi tertinggi untuk Australia atas kemampuannya memimpin asosiasi kita selama 2 tahun sebelumnya," ucapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menlu Retno kemudian membahas kerja sama maritim yang menjadi salah satu fokus IORA dan juga diharapkan menjadi outcome dari forum internasional ini.

"Sebagai negara kepulauan, Indonesia memahami pentingnya kerja sama maritim. Tidak diragukan lagi, Samudera Hindia menjadi salah satu perlintasan utama perdagangan dunia, investasi dan aliran energi. Keberagaman dan sumber daya mineral yang belum dieksplorasi membentang di bawahnya," jelas Menlu Retno.

"Yang paling penting, Samudera Hindia akan menemukan masa depan kerja sama global. Kerjasama dalam IORA mampu menjaga potensi yang ada, membuka kesempatan untuk interaksi politik bagi untuk kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan dan memenuhi kebutuhan rakyat," cetusnya.

Duduk berdampingan dengan Menlu Retno Wakil Menteri Departemen Kerja Sama dan Hubungan Internasional Afrika Selatan, Nomaindiya Mfeketo sebagai Wakil Ketua dalam forum CMM ini.

CMM diikuti oleh 20 negara anggota IORA dan juga enam negara mitra dialog IORA, plus Jerman yang baru bergabung menjadi mitra dialog IORA. Ada dua negara, yakni Komoro (negara kecil di Samudera Hindia) dan Somalia, yang baru bergabung dengan IORA, yang tidak mengirimkan delegasinya ke Padang. (nvc/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads