Dalam sambutannya, Puan yang ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Koordinator Gerakan Nasional Revolusi Mental itu mengatakan tujuan dari gerakan revolusi mental ini untuk mengubah mindset dalam pelayanan publik. Dengan deklarasi ini seluruh direksi dan pegawai BPJS harus bisa memberikan pelayanan publik secara efisien, disiplin, tanggung jawab dan gotong royong.
"BPJS Kesehatan berperan penting dalam mensosialisasikan dan mengimplementasikan revolusi mental karena BPJS Kesehatan adalah instansi yang melayani publik. Saya minta secara khusus kepada agent of change BPJS agar semakin cepat melakukan internalisasi dan implementasi pada program revolusi mental ini," ucap Puan di Kantor BPJS Kesehatan, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (23/10/2015). Acara ini dihadiri oleh jajaran manajemen BPJS Kesehatan dan duta BPJS Kesehatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semoga bisa diterapkan atau dicontoh oleh instansi lain," ucap Puan.
Puan menyebut bicara revolusi mental berarti bicara gaya hidup baru bagaimana mengubah pola pikir dan gaya hidup baru. Tiga poin utamanya adalah integritas, etos kerja dan gotong royong. Menurut Puan gotong royong ini adalah poin penting yang akan membuat bangsa Indonesia semakin besar dan bisa berkompetisi dengan bangsa lain.
"Sebenarnya konsep revolusi mental ini sudah pernah dicanangkan tahun 1957 oleh Bung Karno hingga akhinya kini Presiden Jokowi mencanangkannya kembali," katanya.
Di kesempatan yang sama Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, mengatakan, deklarasi GNRM ini BPJS Kesehatan mengedepankan aspek integritas, profesional, pelayanan prima, dan efisiensi operasional. BPJS Kesehatan berkomitmen untuk senantiasa memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat, khususnya bagi peserta.
Usai sambutan Puan didampingi oleh direksi BPJS Kesehatan mendeklarasikan Gerakan Nasional Revolusi Mental ini dengan simbol membuka tirai berisi pin raksasa yang bertulikan "Revolusi Mental, dengan gotong royong semua tertolong. Jaminan Kesehatan Nasional-KIS".
Foto: Jabbar/detikcom |
Dalam acara itu juga disajikan pertunjukan dari Duta BPJS yang telah mengikuti pelatihan bela negara bersama TNI AD di Resimen Induk Kodam Jaya atau Rindam Jaya. Mereka menggunakan seragam berwarna hijau tentara dan meneriakkan yel-yel "Revolusi Mental, Revolusi Mental".
Selain itu ada juga aksi teatrikal dari komunitas teater Jakarta berjudul "Kapan Rakyat Jadi Raja". Ceritanya tentang pemimpin jangan hanya berkata-kata saja atau pidato tanpa ada aksi nyata berupa tindakan. Sampai kapan pun jika hanya bicara saja rakyat tidak akan jadi raja. Jangan hanya bicara saja, revolusi mental saatnya harus bertindak.
Duta BPJS kesehatan meneriakkan yel-yel (Foto: jabbar/detikcom) |












































Foto: Jabbar/detikcom
Duta BPJS kesehatan meneriakkan yel-yel (Foto: jabbar/detikcom)