Kondisi asap, Jumat (23/10/2015) tak jauh beda dengan hari-hari sebelumnya. Asap pekat imbas kebakaran lahan dan hutan di Sumatera masih menyesakkan dada dan memerihkan mata.
Foto: Chaidir/detikcom |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walau asap pekat, masyarakat beraktivitas di luar ruangan masih ada yang terlihat tanpa mengenakan masker. Padahal, udara dikepung asap ini pada level berbahaya dengan partikel debu di atas 500.
Asap pekat tak sekedar masuk ke rumah warga. Tapi sejumlah mal juga tak luput dari asap. Para pengunjung mal atau penjaganya sama-sama mengenakan masker.
"Asap sekarang ada di mana-mana. Tidak di rumah, di mal pun asap tetap masuk," ujar Syukur (43) warga Pekanbaru kepada detikcom.
Sementara itu, BMKG Pekanbaru pagi ini merilis titik panas di Sumatera ada 372. Dari jumlah itu, Sumsel paling terbanyak dengan 241 titik panas. Menyusul Jambi 45, Bengkulu 7, Sumbar 1, Kepri 2, Babel 3. Sedangkan Riau muncul 49 titik panas.
Jarak pandang pagi ini di Pekanbaru maksimal hanya 200 meter. Sedangkan Kabupaten Inhu dan Pelalawan hanya 50 meter. Untuk kota Dumai yang berada di tepi laut pantai timur Sumatera hanya 100 meter. (cha/dhn)












































Foto: Chaidir/detikcom