"Kita inventarisir semua operator, bus-bus mana saja yang harus diremajakan. Kita juga harus konsekuen bukan nyalahin operator, tapi harus membenahi. Tidak ada kesalahan tapi harus ada perbaikan-perbaikan," kata Andri saat dihubungi detikcom, Kamis (22/10/2015) malam.
Ini merupakan kali pertama pihaknya mengkandangkan armada TransJ yang tidak laik. Dia berharap 'setruman' tersebut bisa membuat operator-operator yang berada di bawah manajemen TransJ bisa lebih teliti dalam menjaga kondisi bus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini kan tindakan mengkandangkan bus TransJ baru kali ini, tetapi kita kasih kesempatan untuk membenahi secepatnya. Dia sudah harus bikin surat pernyataan juga," kata Andri.
Sebanyak 20 bus TransJakarta single terjaring operasi Dishubtrans Jakarta Pusat. Operasi yang berlangsung di beberapa titik, seperti Bendungan Hilir, Dukuh Atas, Roxy, dan Harmoni dari pukul 08.00 WIB sampai 10.00 WIB itu mendapati beberapa bus TransJ dalam kondisi menyedihkan.
20 armada bobrok yang dijaring petugas itu selanjutnya dibawa ke pool Rawa Buaya, Jakarta Barat. Para operator diberikan waktu 14 hari untuk mengurus kelengkapan dan juga perbaikan bus.
Kosasih mendorong penilangan tersebut dilakukan secara lebih tegas lagi agar menimbulkan efek jera kepada para operator bus. Dia pun menegaskan pihaknya tidak segan-segan memberi sanksi untuk pihak operator yang tidak patuh terhadap aturan.
"Kami malah berharap dengan adanya penindakan-penindakan yang tegas dari Dishubtrans yang tegas dari Dishubtrans timbul efek jera dari pihak operator yang tidak patuh aturan. Bukan hanya ditindak oleh Dishubtrans, semua bus yang ditahan karena pelanggaran aturan kami kenakan sanksi berupa denda kepada operator yang busnya ditangkap karena itu mengganggu layanan kami," urainya. (aws/dhn)











































