Perkuat Kawasan, Indonesia Dorong 3 Capaian dalam IORA 2015

Perkuat Kawasan, Indonesia Dorong 3 Capaian dalam IORA 2015

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 23 Okt 2015 05:40 WIB
Perkuat Kawasan, Indonesia Dorong 3 Capaian dalam IORA 2015
Foto: Dokumentasi Kementerian Luar Negeri RI
Padang - Sebagai Ketua Indian Ocean Rim Association (IORA) 2015, Indonesia berusaha mendorong hasil konkret dari forum ini. Salah satu capaian yang diperjuangkan ialah pengembangan kerja sama antara negara-negara IORA.

"Ada tiga dokumen, jadi Padang Communique, keputusan untuk membentuk komite adhoc untuk membentuk IORA Concord dan satu lagi mengenai kerjasama maritim," tutur Ketua Committee of Senior Officials (CSO) pada IORA, Yuri O Thamrin saat ditemui wartawan di Mercure Hotel, Padang, Kamis (22/10/2015) malam.

Yuri juga menjabat Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika pada Kementerian Luar Negeri RI. Selama dua hari terakhir, 21-22 Oktober, Yuri memimpin sesi tertutup membahas kemajuan kerjasama ekonomi dan outcome IORA bersama pejabat senior pemerintahan negara anggota dan juga mitra dialog IORA lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padang Communique atau Komunike Padang akan dibahas dalam pertemuan para menteri atau Council of Ministers Meeting, yang dipimpin Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi pada Jumat (23/10). Komunike Padang akan menjadi salah satu dokumen penting yang menjadi pegangan negara-negara IORA nantinya.

"Intinya prinsip-prinsip dasar, prinsip strategis untuk mendorong kerjasama IORA ke depan," terang Yuri.

Sedangkan IORA Concord merupakan semacam kode etik yang dimaksudkan untuk memajukan regionalisme di Samudera Hindia. IORA Concord dicetuskan Indonesia dalam pertemuan pejabat senior IORA di Mauritius pada Mei lalu dan mendapat tanggapan positif. IORA Concord hingga kini masih dalam tahap perumusan dan diharapkan bisa disahkan dalam IORA Summit yang rencananya akan digelar Maret 2017 mendatang di Indonesia, bertepatan dengan peringatan 20 tahun berdirinya IORA.

"Tentang dokumen keputusan untuk mewujudkan IORA Concord ini sudah di-endorse, tidak cuma idenya, tapi juga bagaimana langkah-langkah untuk mencapainya," ujarnya.

"IORA Concord harus praktis, bisa dilaksanakan, bermanfaat untuk kawasan and mitra dialog," imbuh Yuri.

Lalu mengenai kerjasama maritim, kawasan Samudera Hindia dikenal kaya akan potensi yang menunjang pertumbuhan ekonomi, namun belum banyak dieksplorasi. Melalui IORA, pengembangan potensi Samudera Hindia akan ditingkatkan demi kemakmuran negara-negara yang bersangkutan.

"Kerjasama maritim ini sangat komprehensif, memuat arah untuk mengembangkan kerjasama maritim (antara negara-negara IORA)," cetusnya.

Persoalan ilegal fishing, yang tidak hanya menjadi masalah Indonesia tapi juga negara-negara IORA lainnya, juga diharapkan akan masuk dalam kerjasama maritim IORA. "IUU (Illegal, Unreporterd, Unregulated) Fishing itu adalah ancaman banyak negara IORA, itu merupakan titik yang menyatukan kita," sebut Yuri. (nvc/dhn)


Berita Terkait