"Setingkat menterinya hanya 14-15 negara," ujar Ketua Committee of Senior Officials (CSO) pada IORA kali ini, Yuri O Thamrin saat ditemui wartawan di Mercure Hotel, Padang, Kamis (22/10/2015) malam.
Yuri juga menjabat Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika pada Kementerian Luar Negeri RI. Selama dua hari terakhir, Yuri memimpin sesi tertutup membahas kemajuan kerjasama ekonomi dan outcome IORA bersama pejabat senior pemerintahan negara anggota dan juga mitra dialog IORA lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di antara mereka yang dipastikan hadir antara lain Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop, kemudian Menteri Luar Negeri, Integrasi Kawasan dan Perdagangan Internasional Mauritius Etienne Sinatambou, Wakil Menteri Departemen Kerjasama dan Hubungan Internasional Afrika Selatan Nomaindiya Mfeketa, Wakil Menteri Luar Negeri Sri Lanka Harsha De Silva, Wakil Menteri Luar Negeri dan Utusan Khusus Kementerian Luar Negeri Thailand Noppadon Theppitak dan sebagainya.
Dari 20 negara anggota IORA, memang tidak semua mengirimkan menteri dan pejabat setingkat menteri. Beberapa delegasi negara anggota dipimpin oleh Duta Besar dan pejabat penting lainnya. Ada dua negara, yakni Komoro (negara kecil di Samudera Hindia) dan Somalia, yang baru bergabung dengan IORA, yang tidak mengirimkan delegasinya ke Padang.
Selain negara-negara anggota, enam negara yang menjadi mitra dialog IORA juga mengirimkan para petingginya. Bahkan Jerman yang baru bergabung menjadi mitra dialog IORA, mengirimkan Duta Besar Jerman untuk RI Dr Georg Witschel dalam pertemuan ini.
IORA memiliki 20 negara anggota antara lain Australia, Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Sri Lanka, India, Bangladesh, Iran, Uni Emirat Arab, Oman, Yaman, Mauritius, Seychelles, Uni Comoros, Madagaskar, Tanzania, Kenya, Mozambik dan Afrika Selatan. Kemudian juga memiliki enam negara mitra dialog yakni Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Mesir, China dan Jepang. (nvc/dhn)











































