KAU Tolak Penghapusan Subsidi BBM
Rabu, 02 Mar 2005 01:15 WIB
Jakarta - Koalisi Anti Utang (KAU) menolak penghapusan subsidi terhadap BBM. Hal ini karena Subsidi BBM tidak bisa dijadikan kambing hitam sebagai penyebab defisit dalam APBN. Selain itu KAU juga mememinta penghapusan utang luar negeri."Defisit APBN terutama disebabkan oleh sangat besarnya jumlah beban angsuran pokok dan bunga utang yang ditanggung pemerintah, jumlahnya sekitar Rp 145 triliun, atau sepertiga jumlah APBN. Selain itu defisit ini juga dipicu oleh besarnya volume pembocoran dan peborosan APBN, " kata Juru Bicara KAU Dani Setiawan dalam rilisnya kepada detikcom, Rabu (3/3/2005).Dani juga menegaskan, kenaikan harga minyak bumi di pasar internasional sama sekali tidak dapat dijadikan alasan untuk menghapuskan subsidi BBM. Sebab, akibat dari kenaikan harga minyak bumi di pasar intrnasional, pemerintah sesunguhnya menikmati untung yang besar jumlahnya. "Hasil ekspor migas Indonesia senantiasa lebih besar dari pada pengeluaran untuk impor migas setiap tahunnya," katanya.Dani mengungkapkan, kenaikan harga BBM akan menyebabkan kenaikan harga kebutuhan pokok. Di tengah-tengah jumlah penduduk miskin yang masih meliputi 60 persen penduduk dan angka pengangguran mencapai 36 persen, kenaikan BBM ini akan sangat memberatkan masyarakat.
(nal/)











































