BIN: Demo Belum Ditunggangi Pihak Ketiga
Selasa, 01 Mar 2005 23:44 WIB
Jakarta - Badan Intelijen Nasional (BIN) hingga kini belum melihat indikasi aksi unjuk rasa menentang kenaikan harga BBM, yang digelar berbagai lapisan masyarakat dan kelompok mahasiswa, ditunggangi oleh pihak ketiga.Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar, mengomentari gelombang unjuk rasa yang berlangsung serempak di berbagai kota di Indonesia pada sepanjang hari ini."Sampai hari ini belum ada indikasi penunggangan," tegasnya usai mengikuti rapat Tim Penilai Akhir (TPA), di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa malam (1/3/2005).Lebih lanjut Syamsir memprediksi, gelombang aksi massa tersebut akan meningkat kuantitas maupun kualitasnya untuk beberapa hari mendatang. Terutama aksi yang berlangsung di wilayah Ibukota Jakarta. "Kemungkinan bisa meningkat, terutama di Ibukota Jakarta," ujarnya Sedangkan aksi yang berlangsung di daerah, menurut Syamsir, relatif jauh lebih kecil frekuensinya. Namun bukan BIN akan meremehkan aksi tersebut. Sebab tidak tertutup peluang aksi massa tersebut akan menimbulkan dampak yang besar dan luas cakupannya. Contohnya adalah terjadinya kerusuhan sebagai dampak dari bentrokan massa pengunjuk rasa dengan aparat keamanan. "Unjuk rasa yang di daerah memang kecil, tapi tetap perlu antisipasi bila membesar nanti," imbuh Syamsir.Ditemui secara terpisah, Mendagri M Ma'ruf mengatakan, pemerintah berharap aksi unjuk rasa tidak berlangsung terlalu lama. Seperti aksi mogok angkutan umum dan pemblokiran jalan raya. Sehingga iklim keamanan yang kondusif bagi aktivitas dan kegiatan ekonomi warga dapat terjaga. "Karena masyarakat kan harus kerja. Kita ingin kondisinya kondusif untuk mencari lapangan kerja," kata Ma'ruf.
(nal/)











































