"Kita tidak berharap mogok kerja itu terjadi karena itu artinya Jakarta akan lumpuh total. Sebelum itu terjadi, Jasa Marga harus serius karena sudah ada perjanjian tertulis antara Jasa Marga dan PT JLJ," kata Sekretaris F-PAN Yandri Susanto.
Hal itu disampaikan Yandri saat menerima Presiden Serikat Karyawan Jalantol Lingkarluar Jakarta (SKJLJ), Mirah Sumirat di Ruang F-PAN, Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2015). Mirah kemudian mencurahkan kegelisahan 3.000 karyawan outsourcing PT JLJ yang mengancam mogok kerja itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Jasa Marga justru membuat anak perusahan baru dan akan mengalihkan karyawan outsourcing ini. Mereka pun protes.
Para karyawan pun protes dan mengancam mogok kerja. Mereka sadar bahwa aksi mereka ini akan berdampak besar, karena dengan tidak adanya petugas, maka tidak ada transaksi di gardu tol sehingga akan tertutup.
"Ini terpaksa, biar pengguna jalan tol tahu, bahwa di dalamnya perusahaan bobrok. Kami pastikan akan mogok kerja, tidak transaksi sehingga otomatis tertutup," ujarnya.
Yandri kemudian menambahkan bahwa PAN mendukung agar 3.000 karyawan PT JLJ diangkat jadi karyawan tetap. Mereka pun meminta negara serius mengatasi ini.
"Jangan dianggap main-main karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak," ujar Yandri.
PAN meneruskan aduan ini ke Komisi VI yang ketuanya adalah kader PAN. Pertemuan dengan para pekerja lalu dijadwalkan pada 28 Oktober 2015. (imk/tor)










































