BBM Naik, Pengangguran Bertambah
Selasa, 01 Mar 2005 22:57 WIB
Jakarta -
Mantan Menakertrans Jakob Nuwa Wea memrediksi kenaikan BBM ini bisa meningkatkan angka penganguran. Pasalnya, hingga kini sekitar 40 juta penduduk Indonesia masih menganggur. Untuk itulah, Jakob meminta pemerintah menyediakan dana kompensasi yang cukup guna menciptakan lapangan pekerjaan."Penyesuaian upah yang hanya sekitar 7% tidaklah sebanding dengan kenaikan BBM yang mencapai 29%. Jadi ini tidak ada manfaatnya," ujar Jakob pada wartawan dalam jumpa pers di Wisma Marinda, Jl Percetakan Negara, Jakarta, Selasa (1/3/2005).Dia mengusulkan setidaknya pemerintah bisa menyiapkan 2 paket untuk menciptakan lapangan kerja. Yang pertama, adalah usaha mandiri dengan memberi modal kepada penduduk yang masih menganggur. Yang kedua, adalah pemerintah menggelar proyek padat karya produksi, jadi mereka bisa bekerja dan memproduksi sesuatu dalam jangka pendek. "Jadi dana kompensasi tersebut tidak akan habis bahkan bisa bertambah," katanya.Selain itu, Jakob mengungkapkan, dana kompensasi tersebut hendaknya tidak lagi dialokasikan untuk tiap departemen yang ada. "Kalau pemerintah ingin mengurangi penduduk miskin maka harus memilih departemen teknis saja yang menerima dana kompensasi tersebut, sehingga jelas sasarannya," tegasnya. Jakob mencontohkan departemen yang layak untuk mendapat dana kompensasi adalah Depdiknas, Depkes, Depnakertras, Deptan dan Departemen Kelautan dan Perikanan. "Jadi tidak perlu lagi semua departemen menerima kucuran dana, sehingga kue yang dibagikan tidak lagi kecil," ungkapnya.Jakob juga mengusulkan pemberian dana kompensasi tersebut dalam satu paket menyeluruh yang mencakup pendidikan, kesehatan dan pekerjaan umum. Sehingga tidak ada lagi program yang berjalan sendiri-sendiri.
(nal/)










































