"Kalau memang kualitas menterinya hebat kenapa harus panik? Kalau mereka menolak PAN masuk kabinet berarti mengamini kualitas kader PAN lebih baik dan mereka takut kalau menteri mereka tergeser," kata pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, kepada detikcom, Kamis (22/10/2015).
PAN memang telah menyetor sejumlah nama menteri kepada Presiden Jokowi. Menurut informasi dari internal PAN setidaknya ada lima nama calon menteri yang diusulkan yakni Didik Rachbini, Asman Abnur, Eddy Soeparno, Taufik Kurniawan, dan Hanafi Rais. Sampai saat ini Presiden belum memutuskan siapa yang bakal menduduki kursi menteri dari PAN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PAN kan baru-baru saja masuk kabinet, kalau kemudian di tengah jalan dikasih jatah kursi menteri apa partai lain nggak marah. Partai-partai lainnya dalam KIH sudah berdarah-darah loh memenangkan Jokowi-JK," kata politikus NasDem Luthfy A Mutty dalam siaran pers Fraksi NasDem DPR RI, Kamis (22/10/2015).
Dia menyarankan Presiden Jokowi tidak melakukan reshuffle kabinet. "Kalau konsisten tidak perlu (reshuffle) dengan membagikan kursi tersebut," tutupnya.
Memang ada isu santer pada saat reshuffle kabinet jilid II digelar bakal ada parpol KIH yang kehilangan menteri. Pada reshuffle kabinet pertama kemarin Partai NasDem kehilangan satu kursi menteri yakni Menko Polhukam. Wajar saja reshuffle kabinet jilid II mengusik parpol KIH.
Lalu apakah Presiden Jokowi akan mendengarkan penolakan dari parpol KIH? (van/nrl)











































