Salah satu peserta asal Tangerang Selatan, Nursabrina Kurniawati (23) mengaku bangga dapat mengikuti program bela negara. Sebagai pegawai Pemda Tangsel, Nursabrina memang ditugaskan oleh atasannya untuk mengikuti program ini.
"Saya disuruh atasan, tapi saya memang berminat untuk ikut program bela negara untuk melatih disiplin," kata Nursabrina di Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kemhan, Jl Salemba Raya, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2015).
Para peserta bela negara (Agung/detikFoto) |
Nursabrina mengaku sejak kecil telah mencintai dunia olah raga. Bahkan semasa kuliah ia mengaku pernah menjadi ketua UKM sepak bola.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nursabrina mengaku tertarik dengan materi-materi mengenai cinta Tanah Air dan kegiatan lapangan. Bahkan salah satu yang menyebabkannya tertarik megikuti program bela negara adalah karena ada kesempatan menyentuh senjata.
"Yang saya paling tertarik adalah tentang pelajaran menembak senjata," katanya sambil tersenyum.
Sebab menurutnya, jika tidak mengikuti program tersebut, tak ada kesempatan lain bagi dirinya yang bukan merupakan anggota TNI atau pun polisi untuk memegang senjata.
"Kalau PBB (pendidikan baris berbaris) dan semacamnya kan udah biasa ya. Di sekolah juga ada. Kalau senjata kan enggak," ucap perempuan berkerudung hitam ini.
Selain Nursabrina, ada 18 orang perwakilan dari Tangerang Selatan. Mereka berasal dari berbagai kalangan seperti mahasiswa, guru dan tokoh masyarakat. Ke-18 orang tersebut telah mendaftar sejak seminggu yang lalu dan mulai masuk sejak kemarin.
"Ini hari pertama pakai seragam," katanya sambil memamerkan tulisan 'bela negara' di seragam bagian dada sebelah kirinya. (kff/hri)











































Para peserta bela negara (Agung/detikFoto)