Program bela negara ini bersifat sukarela. Siapapun dapat mengikuti program tersebut sepanjang fisiknya mampu dan berusia 17-50 tahun.
"Ini tidak retorika. Kebanyakan sukarela, di sana kita menanamkan, mengajarkan mereka, baik secara fisik dan non fisik," ujar Ryamizard di Badiklat Kemhan, Jl Salemba Raya, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekuatan soft power ini, kata Ryamizard, akan mampu mengalahkan kekuatan alutsista. Ia mencontohkan kondisi bangsa Indonesia selama masa penjajahan. Kala itu rasa cinta tanah air tertanam begitu kuat sehingga meski hanya bermodal bambu runcing sekalipun, Indonesia dapat mengalahkan penjajah yang mengerahkan alutsista canggih.
"Jadi soft power itu memberikan efek getar agar negara-negara lain tidak main-main. Bayangkan melawan 100 juta orang. Kalau beli alutsista, negara lain akan mencari celah untuk meng-counter. Tapi kalau bela negara, intelijen mereka bingung,"Β ujarnya.
"Kalau soft power kuat, 100 negara pun tak akan mampu menggoyang," imbuh Ryamizard. (kff/aan)











































