NasDem ke KMP: Jangan Ada Politik Saling Sandera

Jelang Paripurna RAPBN 2016

NasDem ke KMP: Jangan Ada Politik Saling Sandera

Hardani Triyoga - detikNews
Kamis, 22 Okt 2015 12:38 WIB
NasDem ke KMP: Jangan Ada Politik Saling Sandera
Foto: Akbar Nugroho Gumay
Jakarta - Menjelang rapat paripurna DPR terkait RAPBN 2016, hubungan Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) kembali memanas. Partai NasDem mewanti-wanti jangan sampai ada politik saling sandera terkait kepentingan rakyat.

"Kami harapkan rekan-rekan KMP di DPR melalui fraksi memainkan politik yang pro pembangunan dan mengutamakan kepentingan negara. Kami percaya mudah-mudahan tidak ada politik saling menyandera," kata anggota Badan Anggaran DPR dari Fraksi NasDem Johnny G Plate dalam pesan singkatnya, Kamis (22/10/2015).

Dia menyindir agar pihak KMP bila memang melakukan lobi maka untuk kebaikan negara. Namun, jika lobi dilakukan untuk mengesampingkan Undang-Undang APBN yang bisa mendorong pelebaran disparitas kesenjangan antar wilayah, maka harus ditolak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia tak ingin sebagai lembaga legislatif, DPR misalnya memiliki hak usul anggaran daerah pemilihan (dapil), yang mencaplok kewenangan usulan anggaran oleh pemerintah. RAPBN 2016 tak pantas disandera hanya untuk kepentingan politik.

"Namun, jika lobi mengesampingkan undang-undang keuangan negara, mendorong pelebaran disparitas kesenjangan antar wilayah dan memaksakan DPR mempunyai hak usul anggaran dapil yang mencaplok kewenangan usulan anggaran pemerintah, maka itu tentu tidak sewajarnya," sebut Johnny yang juga Wakil Ketua Fraksi NasDem itu.

"Pemerintah harus menolak lobi seperti itu. Kami menolak lobi seperti ini. Kami harapkan RUU APBN 2016 tidak disandera mengingat pengesahan menjadi UU APBN 2016 sudah diundur dari tanggal 22 Oktober menjadi 30 Oktober 2015," ujar anggota Komisi XI DPR itu.

Dia berpendapat masa penundaan yang seharusnya Kamis hari ini menjadi Jumat pekan depan bisa berdampak terhadap program pemerintah.

"Penundaan pada hari terakhir masa sidang ini yang berdampak pada terganggunya program pemerintah," tuturnya.

Dia menegaskan pembahasan di Banggar DPR terkait persoalan ini masih berjalan. Ia ingin segera disahkan UU APBN untuk kepentingan rakyat.

"Pembahasan di Banggar masih berlangsung,Β  kita lihat perkembangannya mudah-mudahan menghasilkan UU APBN 2016 yang pro rakyat," katanya.

(hty/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads