"Jadi para santri harus mengawal bela negara. Oleh karena itu, saya mohon kepada Menteri Pertahanan agar kerja sama santri dalam hal bela negara seperti dicanangkan Panglima TNI sebelumnya, Pak Moeldoko bisa dilanjutkan," kata Wakil Ketua PP Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) KH R Farid Anom Kusumajati kepada detikcom, Kamis (22/10/2015).
Menurut Abah Anom, sapaan akrab KH R Farid Anom Kusumajati, bela negara bukanlah wajib militer. Karena itu, para santri wajib membela Tanah Airnya sendiri. Selain itu, para santri juga memiliki peran untuk mengajarkan nilai-nilai Islam yang baik, damai, santun tapi tegas. Juga memiliki kepedulian kepada sesamanya, baik sesama muslim atau non muslim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang ini rentan, banyak paham dari luar dan dalam yang merongrong NKRI, para santri dari manapun asalnya harus bersatu," kata Abah Anom yang menjadi pengasuh Pondok Pesantren Al Jauhariyah Balerante, Palimanan, Cirebon juga Mursyid Majelis Tawajjuh Indonesia ini.
Terkait wacana permintaan maaf kepada koban PKI, menurut Abah Anom, Presiden Jokowi tak perlu meminta maaf kepada PKI apapun bentuknya. Namun, Presiden Jokowi wajib merangkul semua anak bangsa dari manapun asalnya.
"Tapi soal ideologi tak ada kata maaf, meminta maaf atau memberi maaf, karena ini soal ideologi yang merusak bangsa," pungkasnya. (zal/hri)











































