Hal itu disampaikan oleh pejabat Kementerian Kesehatan. Menurutnya, untuk mengurangi polusi dalam ruangan yang disebabkan oleh asap debu bisa dilakukan dengan mudah dan murah namun cukup efektif.
Dokter paru mengatakan bahwa solusi terbaik untuk warga yang terpengaruh oleh kabut asap adalah dengan sebisa mungkin menghindar. Oleh karena itu disarankan agar orang-orang lebih banyak berdiam diri di rumah dengan alat bantuan seperti air conditioner (AC), air purifier, atau kipas menyala.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Taruh air satu baskom karena partikel debu itu nanti akan mengejar air. Itu sangat bagus jadi tidak usah pakai air purifier enggak apa-apa," kata Subuh saat mengunjungi daerah terkena dampak asap di SMAN 1 Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (15/10/2015).
Selain menjaga kualitas udara, Subuh juga berpesan agar masyarakat selalu menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi.
"Banyak-banyak minum atau makan buah-buahan yang mengandung vitamin C. Saya lihat jeruk-jeruknya bagus di sini," lanjut Subuh.
Kementerian Kesehatan sendiri telah mengirimkan berbagai macam bantuan. Masker bedah, masker N95, makanan pendamping air susu ibu, makanan pelengkap, dan obat-obatan telah dikirim ke daerah sekitar Sumatra dan Kalimantan.
Sebelumnya beredar pesan berantai atau broadcast berisi petuah soal trik memancing hujan dengan menggunakan baskom berisi air garam. Baskom menurut si penyebar pesan, harus diletakkan di halaman rumah untuk memancing datangnya hujan.
Hal itu sudah dibantah oleh Kepala Sub Bidang Informasi Meteorologi BMKG, Hary Tirto Djatmiko.
"Broadcast itu hoax. Pesan itu juga pernah terjadi di bulan September dan sudah pernah diklarifikasi," ucap Hary dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/10/2015).
Pesan berantai itu berisi meminta bantuan seluruh warga agar membantu menciptakan uap air melalu sebaskom garam agar hujan bisa cepat turun. Berikut isi pesan berantai karangan orang tak bertanggung jawab itu:
Mohon bantuan seluruh warga Indonesia: Tolong bantu saudara kita di jambi, riau n daerah sumatra lainnya. Disana hanya tersisa 5% udara yang layak. Hanya dengan langkah kecil. Sediakan baskom air yang dicampur garam dan diletakkan diluar, biarkan menguap, jam penguapan air yang baik adalah sekitar pukul 11.00 s.d jam 13.00, dengan makin banyak uap air di udara semakin mempercepat Kondensasi menjadi butir air pada suhu yang makin dingin di udara. Dengan cara sederhana ini diharapkan hujan makin cepat turun, semakin banyak warga yang melakukan ini di masing-masing rumah, ratusan ribu rumah maka akan menciptakan jutaan kubik uap air di Udara. Lakukan ini satu rumah cukup 1 ember air garam, rabu tgl 21 Oktober 2015, jam 11 siang serempak.. Mari kita sama2 berusaha utk mnghadapi kabut asap yg kian parah ini.. Pesan ini adalah saran dari BMKG Indonesia Mohon diteruskan.. Kita selamatkan nasib anak2,balita,ibu hamil yang sudah mulai terkontaminasi oleh kabut asap yang tebal. (slm/nrl)










































