Musik dan Tarian Indonesia Pukau Penonton di Carnegie Hall New York

Laporan dari AS

Musik dan Tarian Indonesia Pukau Penonton di Carnegie Hall New York

Shohib Masykur - detikNews
Kamis, 22 Okt 2015 10:59 WIB
Musik dan Tarian Indonesia Pukau Penonton di Carnegie Hall New York
Foto: Jaya Suprana
New York - Carnegie Hall yang berlokasi di New York, Amerika Serikat, adalah salah satu gedung kesenian paling bergengsi di dunia. Seniman dari berbagai penjuru bumi berlomba-lomba untuk bisa pentas di sana.

Malam itu, di tengah dinginnya udara the Big Apple, alunan musik Indonesia mengalun merdu di gedung tersebut, berpadu dengan gerakan indah tarian tradisional nusantara. Adalah Jaya Suprana Performing Arts, sebuah sekolah musik yang didirikan seniman Jaya Suprana pada tahun 2009, yang menjadi aktor di balik terselenggaranya pagelaran tersebut.

Bekerja sama dengan KJRI New York, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Pariwisata, Jaya Suprana dan tim menggelar pagelaran bertajuk "Indonesia Pusaka Recital" itu pada hari Selasa (20/10/2015) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita memilih Carnegie Hall karena itu merupakan gedung kesenian paling bergengsi di dunia. Kita ingin menghadirkan musik Indonesia tidak hanya untuk orang Indonesia, tetapi juga orang dari bangsa-bangsa lain," kata Jaya kepada detikcom.

Jaya boleh merasa puas karena maksudnya tercapai. Sekitar 250 penonton yang memadati kursi pengunjung berasal dari bangsa yang berbeda-beda. Mereka dibuat terkagum-kagum oleh pementasan musik dan tarian dari Armonia Choir, Indonesia Pusaka Traditional Dance Ensemble, dan 12 pianis muda Indonesia, sehingga memberikan standing ovation di akhir acara.

"Banyak penonton yang mendekati saya untuk mengucapkan selamat dan menyatakan kekagumannya. Mereka dari berbagai bangsa, ada yang dari Tiongkok, Jepang, Iran, India, Mexico dan lain sebagainya. Betapa maha kaya rayanya perbendaharaan kebudayaan nusantara, luar biasa tak tertandingi di dunia," kata Jaya.

Pagelaran selama 2,5 jam itu tampaknya mendapatkan perhatian khusus dari Kementerian Luar Negeri. Tak tanggung-tanggung, Menlu Retno LP Marsudi yang tak dapat hadir lantaran harus menemui Ratu Denmark di Jakarta mewakilkan sambutannya kepada Dubes RI untuk AS, Budi Bowoleksono. Menurut Menlu, pentas kesenian semacam itu penting dalam konteks diplomasi budaya Indonesia.

"Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan penghormatan kepada Bapak Jaya Suprana dan para pelaku budaya lain yang telah mempromosikan budaya Indonesia di seluruh dunia. Mereka semua telah mempromosikan nilai-nilai persatuan dan harmoni di tengah keragaman, serta mempromosikan nilai-nilai perdamaian dan toleransi di tengah dunia yang penuh tantangan," kata Menlu dalam sambutan yang dibacakan oleh Dubes Sonny. (try/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads