KMP-KIH Bakal Kembali Adu Kuat di DPR?

KMP-KIH Bakal Kembali Adu Kuat di DPR?

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Kamis, 22 Okt 2015 10:50 WIB
KMP-KIH Bakal Kembali Adu Kuat di DPR?
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Hubungan Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) kabarnya mulai memanas menjelang paripurna RAPBN 2016. Akankah KMP dan KIH bakal kembali adu kuat di DPR?

RAPBN 2016 bakal diputuskan di rapat paripurna DPR di pengujung Oktober tahun 2015 ini. Baik KIH maupun KMP seolah-olah sudah mempersiapkan diri menghadapi pengambilan keputusan penting tersebut.

Pentolan KIH, PDIP, bahkan mewajibkan seluruh anggota F-PDIP DPR untuk tetap standby di Jakarta hingga 30 Oktober. Sementara itu Koalisi Merah Putih menggelar pertemuan khusus mempersiapkan rapat paripurna tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Elite-elite partai politik kalau ketemu namanya silahturahmi tentu bicara banyak hal. Eksplor masalah yang berkembang sekarang ini. Kita tahu semuanya seperti tadinya rencana RAPBN tanggal 22 Oktober ditunda jadi tanggal 30 Oktober," kata Idrus memaparkan isi pertemuan elite KMP di The Dharmawangsa Hotel hari Selasa (20/10) malam.

Dalam pertemuan itu KMP bahkan mengundang Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono. Tak bisa dipungkiri setelah PAN menyatakan mendukung pemerintahan, PD menjadi faktor penentu jika pengambilan keputusan penting di DPR tersebut harus diambil melalui mekanisme voting.

Situasi memang semakin panas karena Banggar DPR menunda rapat paripurna pengesahan RAPBN 2016. Secara hukum masih ada waktu sampai tanggal 29-30 Oktober untuk finalisasi RAPBN 2016 tersebut. Tarik ulur jelang finalisasi RAPBN 2016 tersebut membuat situasi politik semakin hangat.

Peta Kekuatan di DPR

Putusan MA memang tidak sepenuhnya membawa Golkar ke KMP karena putusan tersebut memperkuat PTUN yang mengembalikan kepengurusan ke hasil Munas Riau yang berakhir Oktober 2015, bukan ke Munas Bali pimpinan Aburizal Bakrie maupun Munas Ancol pimpinan Agung Laksono. Alhasil diprediksi perpecahan suara Golkar di DPR masih terjadi lantaran tak sedikit yang mendorong munas bersama untuk memilih ketum Golkar baru.

Beda halnya dengan PPP yang sudah selesai di tingkat MA dengan kemenangan Djan Faridz, namun tetap tak menjamin suara PPP bakal bulat ke KMP lantaran loyalis Romahurmuziy juga masih cukup kuat di DPR. Namun dengan hitung-hitungan 'pahit' PPP dan Golkar ke KMP, sebenarnya PD yang menjanjikan sikap netral bakal jadi penentu.

Dengan PD mengambil posisi tengah, suara KMP yang terdiri dari Golkar, PPP, PKS, Gerindra memiliki kekuatan 243 kursi di DPR. Sementara suara KIH yang terdiri dari PDIP, NasDem, PKB, PAN dan Hanura memiliki kekuatan 256 kursi. Karena selisih kekuatan yang tidak signifikan ini, Demokrat yang memiliki 61 kursi di DPR pun bakal jadi penentu.

Lalu apakah KMP dan KIH bakal adu kuat lagi akhir Oktober ini, ataukah akan mengambil langkah negarawan mengambil keputusan secara musyawarah mufakat?

(van/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads