Meski pangkatnya lebih rendah, tapi ia tetap berkomitmen untuk menjalankan tugas meski nantinya yang akan diawasi lebih tinggi pangkatnya.
"Walaupun dalam militer ada atasan-bawahan, tapi kan ada kewenangan yang diberikan UU. Sebagai contoh di jalan, ada Peltu bertugas terus yang diperiksa adalah jenderal, ya harus diperiksa. Ini kan namanya menjalankan tugas," kata Joko saat berbincang dengan detikcom, Kamis (22/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam menjalankan tugasnya, Joko mempunyai pandangan dalam memeriksa siapa pun haruslah tegas tapi tetap bermartabat sehingga terperiksa tidak tersinggung dan merasa dihargai.
"Ibaratnya, menang tapi tidak harus mengalahkan orang lain," ucap perwira yang purnatugas pada Juni 2015 ini.
Nama Joko dikenal publik saat mengadili kasus Cebongan dengan para terdakwa anggota Kopassus. Kepiawainnya terbukti membuka tabir kasus tersebut dengan gamblang dan terbuka. Ia lalu mengikuti seleksi pimpinan KY dan akhirnya dipilih DPR dan tinggal menunggu pelantikan presiden.
"Kalau nantinya di KY, caranya kita rumuskan bersama dengan pimpinan lain, jangan buat masing-masing, namanya juga kolektif kolegial. Dirumuskan bersama. Semakin banyak masukan-masukan kan semakin bagus. Termasuk dari wartawan, LSM, masyarakat," pungkas Joko yang suka voli dan tenis lapangan itu. (asp/elz)











































