"Ida kakak saya, dia pergi dari rumah tanggal 9 Februari 2013. Kami sekarang nggak tahu dia ada di mana," ujar adik Ida, Diki Andreas saat berbincang dengan detikcom, Rabu (20/10/2015).
Diki yang akrab dipanggil Aan itu berkisah, peristiwa berawal saat Ida tengah bertengkar dengan sang suami. Ia lalu membawa 2 orang anaknya, Vino yang kini berusia 6 tahun dan Kezia yang saat dibawa pergi masih berumur sekitar satu tahun, ke rumah orangtuanya yang berada di Perumahan Vila Bandara Blok B 10 No.13, Dadab, Kosambi, Jakbar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keluarga mulai menaruh kecurigaan karena hingga sore hari itu, Ida tak kunjung pulang. Hingga pada akhirnya, sepucuk surat dari Ida ditemukan di lemari kamar. Surat pemberitahuan bahwa Ida bermaksud pergi dari rumah.
"Pada intinya dia bilang nggak mau ngerepotin orangtua. Tapi masalahnya dia pergi nggak tinggalkan nomor kontak, nomor HP nya yang lama juga udah bukan punya dia lagi. Dia juga nggak pernah hubungi kami lagi, keluarga khawatir sekali," Aan menuturkan.
Ayah Ida, Suwardikin, sempat optimis bahwa pada akhirnya Ida akan kembali bersama Kezia. Namun hingga akhirnya Suwardikin menghembuskan nafas terakhir, ia tak sempat bertemu dengan anak sulungnya tersebut.
"Papa saya sekarang sudah meninggal bulan September kemarin. Papa percaya Ida akan pulang, tapi sampai sekarang nggak ada kejelasan. Kami ingin kasih tahu ke dia kalau papa udah nggak ada," tukas Aan.
Menurut Aan, kakaknya yang berkulit sawo matang itu juga tak pernah menghubungi suaminya. Pihak keluarga sudah berusaha mencari kemana-mana, namun belum juga menemukan titik terang keberadaan Ida.
"Pas dia pergi nggak bawa tas. Makanya saya nggak curiga. Sudah komunikasi dengan suaminya, dia juga nggak tahu. Suaminya juga sudah cari-cari tanya-tanya orang dan keluarga. Kami juga gitu, nyari terus," ucap Aan.
"Kalau kami curiga dia pergi diajak temannya, keluar kota atau gimana. Dia sempat kerja di pabrik kabel di daerah Tegalalur, Jakbar. Kita udah cari ke kantornya tapi nggak ada yang tahu," sambungnya.
Pihak keluarga pun berharap agar wanita yang memiliki tinggi badan kisaran 155-160 tersebut cepat kembali. Demikian pula dengan Kezia. Pasalnya selain pihak keluarga khawatir, anak sulung Ida terus mencari di mana sang ibu dan adiknya berada.
"Harapannya, Ida kembali pulang supaya kembali sama keluarga. Kasihan mama, sudah nggak ada papa, terus khawatir mikirin Ida. Anaknya yang pertama, Vino, suka cari-cari mami kemana, dedek Kezia mana," ungkap Aan penuh harap.
Diakui Aan, keluarga hingga saat ini memang belum melapor ke polisi dengan keterangan orang hilang terhadap Idan dan Kezia. Sebab keluarga masih percaya Ida akan kembali.
"Lapor ke polisi belum. Kita berpikir, masa sih nggak pulang. Makanya kami berharap supaya Ida kembali, kumpul lagi bersama keluarga. Jika ada yang memiliki informasi soal Ida, mohon beritahu kami," pinta Aan.
Bagi siapapun yang memiliki keterangan mengenai keberadaan Ida dan Kezia, bisa menghubungi Aan di nomor 087877374788. Atau bisa ke nomor keluarga yang lain, 087871765429 (Dian) dan 082211886694 (Hendri). Informasi sekecil apapun akan sangat berguna bagi keluarga. Ida, pulanglah bersama Kezia. (elz/ega)










































