Pakai Pashmina dan Bertopi, Gaya Dewie Limpo Cs Saat Ditahan KPK

Pakai Pashmina dan Bertopi, Gaya Dewie Limpo Cs Saat Ditahan KPK

Dhani Irawan - detikNews
Kamis, 22 Okt 2015 02:37 WIB
Pakai Pashmina dan Bertopi, Gaya Dewie Limpo Cs Saat Ditahan KPK
Foto: Hasan Alhabsy
Jakarta - KPK menahan kelima tersangka kasus suap pembahasan anggaran APBN tahun 2016 untuk proyek pembangkit listrik di Kabupaten Deiyai, Papua. Salah satu tersangka yaitu anggota DPR Komisi VII Dewie Yasin Limpo ditahan di Rutan KPK.

Dewie tak sendiri lantaran masih ada 3 tersangka lainnya yaitu Rinelda Bandaso (RB) serta dua orang lainnya yaitu Setiadi (SET) dan Iranius (IR) yang juga ditahan di Rutan KPK. Sementara 1 tersangka lainnya yaitu Bambang Wahyu Hadi (BWH) ditahan di Rutan Guntur.

"Alasan penahanan yaitu alasan obyektif dan subyektif dari penyidik yaitu agar tidak mengulangi perbuatan, tidak menghilangkan bukti dan tidak memengaruhi saksi," kata Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati saat dikonfirmasi, Kamis (22/10/2015).


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pantauan detikcom, Rinelda yang terlebih dulu keluar dengan berompi oranye khas tahanan KPK. Sekretaris pribadi Dewie itu tampak menutupi wajahnya dengan pashmina ketika keluar sekitar pukul 01.00 WIB. Dia tidak mengucapkan sepatah kata pun dan langsung masuk ke mobil tahanan.

Setelah itu giliran Bambang yang keluar sekitar pukul 01.24 WIB. Staf ahli Dewie itu hanya tersenyum tanpa mengeluarkan sepatah kata dan juga langsung masuk ke mobil tahanan.

Kemudian Iranius yang mendapat giliran berikutnya. Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Deiyai itu tampak mengenakan topi dan keluar sekitar pukul 01.44 WIB. Lagi-lagi, dia tak bicara dan langsung masuk ke mobil tahanan.
Irianus, penyuap Dewie Limpo


Setelah itu giliran, Setiadi yang keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 02.00 WIB. Setiadi yang diam saja itu terlihat mengenakan sweater yang dililitkan ke sekeliling kepala dan hanya menunjukkan wajahnya.

Dan tersangka terakhir yang keluar yaitu Dewie yang keluar sekitar pukul 02.32 WIB. Dewie mengaku tidak menerima uang suap yang disangkakan kepadanya.

"Saya tidak pernah menerima, melihat uang (suap) saya tidak pernah," kata Dewie yang mengenakan rompi tahanan warna oranye itu.

Dalam operasi tangkap tangan (OTT) semalam, Dewie ditangkap lantaran diduga menerima duit suap sebesar SGD 177.700. Duit itu disebut terkait pembahasan anggaran di APBN untuk tahun 2016.

Proyek yang dimaksud yaitu proyek pembangkit listrik tenaga micro hydro di Kabupaten Deiyai, Papua. Untuk proyek tersebut anggarannya masuk di pos Kementerian ESDM.
Rinelda, sekretaris Dewi Limpo

KPK memastikan 5 orang tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) tersebut. Kelima tersangka yang dimaksud yaitu Dewie Yasin Limpo (DYL), Rinelda Bandaso (RB) dan Bambang Wahyu Hadi (BWH) selaku penerima serta dua orang lainnya yaitu Setiadi (SET) dan Iranius (IR) selaku pemberi. Sementara 2 orang yang dilepas yaitu Devianto (DEV) selaku ajudan Setiadi dan seorang sopir mobil rental.

Selain itu sebenarnya masih ada seorang lagi bernama Harry (HAR). Namun Harry hanya menemani Setiadi dan tidak mengetahui tentang penyuapan itu sehingga dilepaskan. (dhn/ega)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads